INILAHPOS.com - Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sinjai. Melalui Dinas Kesehatan, skrining penyakit menular bagi siswa Sekolah Rakyat dilaksanakan sebagai langkah deteksi dini sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh UPTD Puskesmas Balangnipa selama 22–30 Juli 2026, menyasar siswa Sekolah Rakyat yang berada di wilayah kerjanya.
Skrining ini merupakan tindak lanjut dari surat Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai sekaligus bagian dari upaya memastikan kondisi kesehatan peserta didik agar dapat mengikuti proses pembelajaran dalam lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman.
Dalam pelaksanaannya, tim tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Balangnipa melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para siswa. Sejumlah penyakit menular menjadi sasaran skrining, di antaranya Tuberkulosis (TB), kusta, skabies, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), typhoid, serta penyakit menular lainnya yang disesuaikan dengan kondisi epidemiologi dan indikasi medis.
Tak hanya pemeriksaan kesehatan, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Edukasi tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran peserta didik untuk menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sebagai salah satu langkah penting dalam mencegah penularan penyakit.
Pelaksanaan skrining ini merupakan tindak lanjut arahan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, yang menginstruksikan seluruh UPTD Puskesmas untuk melakukan skrining kesehatan bagi siswa Sekolah Rakyat di wilayah kerja masing-masing.
Melalui deteksi dini tersebut, siswa yang terindikasi mengalami penyakit menular dapat segera mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan, mulai dari pemeriksaan lanjutan, pengobatan, pemantauan hingga rujukan ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan.
Hasil pelaksanaan skrining selanjutnya akan dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). Data tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat strategi pengendalian penyakit menular, khususnya di lingkungan sekolah.
Sinergi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, pihak sekolah, pemerintah setempat, dan orang tua diharapkan terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, upaya menjaga kesehatan peserta didik dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga tercipta generasi yang sehat, produktif, dan mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
