Jaga Sinjai Tetap Bebas Malaria, Dinkes Uji Kompetensi Petugas Mikroskopis

Share:
Jaga Sinjai Tetap Bebas Malaria, Dinkes Uji Kompetensi Petugas Mikroskopis

INILAHPOS.com - Mempertahankan Kabupaten Sinjai tetap bebas dari penularan malaria bukan perkara mudah. Selain mencegah munculnya kasus baru, kualitas diagnosis menjadi salah satu kunci penting untuk memastikan penyakit yang pernah menjadi ancaman tersebut tidak kembali menyebar.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai menggelar Testing Panel bagi Petugas Mikroskopis Malaria Tingkat Kabupaten Sinjai Tahun 2026 di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sinjai.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menguji sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga laboratorium dalam mendeteksi malaria secara cepat, tepat, dan berkualitas.

Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai Andi Jefrianto Asapa, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Akhirani, Penanggung Jawab Program Malaria Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Tim Cross-checker Malaria Kabupaten Sinjai, serta perwakilan PATELKI Sinjai yang bertindak sebagai penguji dan validator.

Peserta Testing Panel berasal dari petugas mikroskopis malaria di seluruh UPTD Puskesmas se-Kabupaten Sinjai, RSUD Sinjai, RS Pratama Bulupaccing, hingga Labkesda Sinjai.

Mereka mengikuti uji kompetensi sebagai bagian dari upaya menjaga standar mutu pemeriksaan laboratorium malaria di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai Andi Jefrianto Asapa menegaskan bahwa pemeriksaan mikroskopis masih menjadi standar emas atau gold standard dalam diagnosis malaria.

Ketepatan dalam mengidentifikasi parasit malaria, kata dia, sangat menentukan keberhasilan pengobatan pasien. Di sisi lain, kemampuan petugas laboratorium juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan status eliminasi malaria yang telah berhasil diraih Kabupaten Sinjai.

"Testing Panel bukan sekadar kegiatan evaluasi kompetensi, tetapi merupakan komitmen bersama untuk memastikan setiap petugas mikroskopis mampu menghasilkan pemeriksaan yang akurat dan berkualitas. Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi integritas, serta menjadikannya sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan dalam menegakkan diagnosis malaria," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan menjalani penilaian menggunakan metode blinded test melalui slide panel yang telah divalidasi.

Penilaian tersebut mencakup sejumlah kemampuan teknis, mulai dari proses pembuatan dan pewarnaan sediaan, identifikasi parasit malaria, penentuan spesies, hingga penghitungan kepadatan parasit sesuai standar World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Uji kompetensi ini diharapkan mampu memastikan setiap petugas mikroskopis memiliki kemampuan yang memadai dalam mendeteksi dan mengidentifikasi parasit malaria secara akurat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai berharap kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat kualitas pelayanan laboratorium malaria di seluruh fasilitas kesehatan.

Dengan diagnosis yang cepat, tepat, dan akurat, upaya pengendalian malaria dapat dilakukan secara lebih efektif. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi untuk mempertahankan status eliminasi malaria di Kabupaten Sinjai, mencegah terjadinya penularan kembali (re-establishment), serta memastikan Sinjai tetap menjadi daerah yang bebas dari penularan malaria.


Share:
Komentar

Berita Terkini