INILAHPOS.com - Rasa takut ke dokter gigi masih menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak. Kondisi ini mendorong UPTD Puskesmas Bulupoddo menghadirkan inovasi “Safari ke Dokter Gigi” sebagai upaya mengenalkan pelayanan kesehatan gigi secara lebih menyenangkan kepada anak-anak sejak usia dini.
Inovasi tersebut dilaksanakan melalui kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan gigi yang melibatkan siswa kelas I SDN 91 Bulupoddo di UPTD Puskesmas Bulupoddo, Selasa (27/7/2026).
Kegiatan yang dipandu Dokter Gigi Puskesmas Bulupoddo, drg. Reskih Pratama, itu dirancang untuk mengubah persepsi anak terhadap dokter gigi sekaligus menumbuhkan keberanian mereka dalam mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Kepala UPTD Puskesmas Bulupoddo, dr. Anita Raden, mengatakan inovasi Safari ke Dokter Gigi merupakan salah satu bentuk pelayanan promotif dan preventif di bidang kesehatan gigi dan mulut.
Menurutnya, anak-anak diajak mengenal secara langsung ruang pelayanan kesehatan gigi dan mulut, berbagai peralatan yang digunakan dokter gigi, hingga jenis-jenis perawatan yang tersedia.
“Tujuan dan manfaat yang diharapkan dari inovasi ini adalah anak-anak, khususnya siswa kelas I SD, memiliki pengalaman berkunjung ke dokter gigi serta memperoleh pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Dengan begitu, anak tidak lagi merasa takut dan dapat lebih kooperatif ketika mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga diajak mempraktikkan cara menggosok gigi yang benar. Mereka mengikuti kegiatan sikat gigi bersama dan menjalani pemeriksaan kondisi gigi sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan gigi sejak dini.
Inovasi ini lahir dari kondisi kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah yang masih menjadi perhatian. Berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis Tahun 2025, tercatat sekitar 48 persen murid yang mendapatkan rujukan untuk perawatan gigi tidak melakukan kunjungan lanjutan. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebabnya adalah rasa takut anak untuk berkunjung ke dokter gigi.
Melalui Safari ke Dokter Gigi, Puskesmas Bulupoddo berupaya menjadikan kunjungan ke dokter gigi sebagai pengalaman yang positif dan tidak menakutkan bagi anak-anak.
Antusiasme pun terlihat dari siswa kelas I SDN 91 Bulupoddo yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil pre-test dan post-test yang dilakukan menunjukkan adanya perubahan yang cukup baik terhadap pola pikir dan perilaku siswa dalam memandang dokter gigi serta perawatan kesehatan gigi dan mulut.
Ke depan, inovasi Safari ke Dokter Gigi diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjangkau seluruh sekolah dasar di wilayah Kecamatan Bulupoddo. Sekolah-sekolah tersebut akan dijadwalkan secara bertahap untuk mengikuti kunjungan edukatif ke UPTD Puskesmas Bulupoddo.
Melalui inovasi ini, Puskesmas Bulupoddo tidak hanya berupaya menekan angka kesakitan gigi dan mulut pada anak, tetapi juga memastikan pemenuhan hak dasar masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Dengan mengenalkan dokter gigi sejak dini, Puskesmas Bulupoddo berharap lahir generasi yang lebih berani, sadar kesehatan, dan tidak lagi takut untuk tersenyum sehat.
