Cuma Modal AI, Desain Pemerintah Jadi Keren? Tunggu Dulu, Ada Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi

Share:
Cuma Modal AI, Desain Pemerintah Jadi Keren? Tunggu Dulu, Ada Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi
Ilustrasi/AI

INILAHPOS.com - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini mulai menjadi bagian dari aktivitas kreatif di lingkungan pemerintahan. Teknologi ini dimanfaatkan untuk membantu membuat berbagai kebutuhan visual, mulai dari desain media sosial hingga flyer kegiatan pemerintahan.

Kecepatan menjadi salah satu alasan AI semakin diminati. Dengan teknologi tersebut, proses pembuatan desain dapat dilakukan lebih cepat dan menjadi solusi alternatif bagi instansi yang memiliki keterbatasan sumber daya manusia di bidang desain grafis.

Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, penggunaan AI dalam pembuatan konten visual pemerintah juga menyimpan tantangan yang tidak boleh diabaikan.

Salah satunya menyangkut akurasi identitas visual. Tidak sedikit hasil desain berbasis AI yang menampilkan logo instansi pemerintah dengan bentuk yang berbeda dari logo resminya. Begitu pula dengan wajah kepala daerah atau pimpinan perangkat daerah yang terkadang tidak sesuai dengan foto aslinya.

Kesalahan tersebut dinilai dapat mengurangi nilai representatif sekaligus profesionalitas sebuah publikasi yang membawa nama institusi pemerintah.

Salah seorang desainer grafis, Amhi, mengatakan AI seharusnya digunakan sebagai alat bantu untuk mendukung proses kreatif, bukan menggantikan seluruh tahapan desain.

"AI memang dapat mempercepat pekerjaan, tetapi hasil akhirnya tetap harus melalui proses pengecekan," ujarnya, Rabu, (29/7/2026).

Menurutnya, setiap elemen visual yang berkaitan dengan identitas pemerintahan harus mendapat perhatian khusus. Logo instansi memiliki standar dan bentuk resmi yang harus dipertahankan, sementara penggunaan foto pejabat juga perlu mengacu pada dokumentasi asli.

"Logo pemerintah memiliki standar resmi, begitu pula foto pejabat yang harus sesuai dengan dokumentasi asli. AI adalah alat bantu, sedangkan sentuhan manusia tetap menjadi penentu kualitas akhir sebuah desain," katanya.

Amhi menilai, pemanfaatan AI akan menghasilkan karya yang lebih optimal jika dikombinasikan dengan kemampuan dan ketelitian seorang desainer. Proses tersebut penting untuk memastikan identitas visual, komposisi tata letak, pemilihan elemen grafis, hingga kesesuaian desain dengan pedoman branding masing-masing instansi.

"AI dapat membantu mempercepat proses, tetapi desainer tetap memiliki peran penting dalam memastikan setiap informasi dan elemen visual yang ditampilkan benar serta sesuai dengan identitas instansi," tambahnya.

Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, pemanfaatan AI di lingkungan pemerintahan dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kreativitas dan efisiensi produksi konten.

Namun, kemudahan teknologi tetap perlu diimbangi dengan proses verifikasi dan penyuntingan oleh manusia. Sebab, publikasi pemerintah bukan hanya soal tampilan menarik, tetapi juga menyangkut akurasi informasi, etika, kredibilitas, dan identitas resmi lembaga.

Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat menjadi mitra kreatif yang membantu pekerjaan desainer tanpa menghilangkan peran manusia sebagai pengendali kualitas akhir setiap publikasi pemerintah.


Share:
Komentar

Berita Terkini