![]() |
| As'ad Aras Muhammad saat memberikan keterangan pers usai bersilaturahmi dengan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif di Rumah Jabatan Bupati. (dok/istimewa) |
INILAHPOS.com - Raut haru dan rasa syukur terpancar dari wajah As'ad Aras Muhammad saat menginjakkan kaki di Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Selasa (2/6/2026). Relawan kemanusiaan asal Sinjai yang sempat ditahan tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza itu akhirnya bisa bertemu dan berbagi cerita langsung dengan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif.
Bagi As’ad, pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa. Ia merasa pulang dan mendapat pelukan hangat dari kampung halamannya setelah melewati pengalaman yang tidak akan pernah dilupakannya.
As’ad diketahui berangkat dari Jakarta pada 28 April lalu untuk bergabung dalam misi kemanusiaan internasional bersama relawan dari berbagai negara. Setelah transit di Turki, mereka memulai pelayaran menuju Gaza pada 15 Mei dengan membawa misi perdamaian dan kemanusiaan untuk warga Palestina.
Namun perjalanan itu tidak berjalan mulus. Saat kapal yang mereka tumpangi berlayar menuju Gaza, tentara Israel mencegat dan menahan para relawan di tengah laut. Peristiwa itu sempat menjadi perhatian dunia internasional.
Kini, setelah kembali ke Indonesia dengan selamat, As’ad memilih menemui Bupati Ratnawati sebagai salah satu sosok yang sejak awal memberikan perhatian dan dukungan kepadanya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa bertemu kembali dengan Ibu Ratnawati. Bahkan sejak saya masih di Jakarta, beliau sudah menyampaikan ingin menerima kami ketika kembali ke Sinjai. Hari ini kami bisa bertemu dan melanjutkan cerita yang dulu sempat kami bicarakan,” ungkap As’ad.
Ia mengaku terharu dengan sambutan yang diberikan Bupati Sinjai. Menurutnya, perhatian yang ditunjukkan Ratnawati bukan hanya kepada dirinya sebagai warga Sinjai, tetapi juga terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangkan dalam misi tersebut.
“Yang membuat saya terkesan adalah kepedulian beliau terhadap kemanusiaan, hak asasi manusia, dan perjuangan rakyat Palestina. Beliau menunjukkan empati yang begitu besar terhadap mereka yang masih hidup dalam penjajahan dan konflik,” katanya.
As’ad bahkan menyebut Bupati Ratnawati sebagai sosok pemimpin yang memiliki jiwa patriotisme dan menjunjung tinggi nilai keadilan sosial.
“Seagai putra daerah, saya merasa bangga dan bersyukur memiliki pemimpin seperti Ibu Ratnawati. Beliau tidak hanya mendengarkan cerita kami, tetapi juga memberikan dukungan moral dan doa untuk misi-misi kemanusiaan yang akan kami lakukan ke depan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, As’ad juga menceritakan bagaimana perhatian pemerintah Indonesia terus mengalir sejak sebelum keberangkatan hingga dirinya kembali ke tanah air.
Menurutnya, komunikasi dengan pemerintah melalui berbagai lembaga negara terus terjalin, bahkan saat para relawan berada dalam situasi sulit setelah ditahan.
“Pemerintah terus memantau dan berkomunikasi dengan tim kami. Koordinasi dilakukan dengan sejumlah negara seperti Turki, Yordania, dan Mesir. Saat kami dibebaskan, pemerintah juga membantu proses kepulangan hingga menyambut kami ketika tiba di Jakarta,” tuturnya.
Pertemuan itu berlangsung sederhana, namun penuh makna. Di ruang yang hangat dan akrab, As’ad tak hanya membawa kisah tentang perjalanan menuju Gaza, tetapi juga membawa pesan bahwa kepedulian dan kemanusiaan masih hidup dan tumbuh, bahkan dari sebuah daerah kecil bernama Sinjai.
Bagi As’ad, dukungan yang diterimanya menjadi energi baru untuk terus menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan.
