INILAHPOS.com - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang akan dipusatkan di Bumi Nene Mallomo.
Sebagai tuan rumah, Pemkab Sidrap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi puluhan ribu peserta yang akan datang dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah kesiapan tim kesehatan dan kebersihan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, saat memimpin rapat koordinasi bersama panitia tim kesehatan dan kebersihan di Rumah Jabatan Wakil Bupati Sidrap, Selasa (23/6/2026) malam.
Rapat turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sidrap Muhammad Iqbal, Kepala Dinas Kesehatan Ishak Kenre, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muhammad Yusuf, Sekretaris PGRI Sidrap Muslimin, serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam arahannya, Nurkanaah menekankan pentingnya kesiapsiagaan petugas kesehatan di seluruh venue pertandingan, khususnya pada cabang olahraga yang memiliki risiko cedera cukup tinggi seperti futsal dan bola voli.
"Tim kesehatan agar selalu siaga di setiap lokasi lomba, terutama pada pertandingan yang berpotensi menimbulkan cedera. Kita ingin meminimalkan risiko insiden yang tidak diinginkan selama kegiatan berlangsung," tegasnya.
Selain siaga di arena pertandingan, petugas kesehatan juga diminta aktif melakukan pemantauan terhadap kondisi peserta dan rombongan yang datang dari berbagai daerah. Pemantauan tersebut termasuk melalui posko induk yang akan menjadi pusat layanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Untuk mempercepat penanganan dalam kondisi darurat, Pemkab Sidrap juga berencana menyiapkan layanan call center yang dapat diakses dengan mudah oleh peserta maupun panitia.
"Kami berharap ada nomor layanan yang mudah dihubungi sehingga jika terjadi sesuatu, penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat," tambah Nurkanaah.
Tak hanya fokus pada layanan kesehatan, aspek kebersihan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Seluruh pihak terkait diminta memastikan lingkungan di sekitar lokasi pertandingan, penginapan peserta, hingga fasilitas umum tetap bersih dan nyaman selama Porsenijar berlangsung.
Menurut Nurkanaah, keberhasilan sebagai tuan rumah tidak hanya diukur dari suksesnya pelaksanaan pertandingan dan perlombaan, tetapi juga dari kenyamanan dan kesan positif yang dirasakan para peserta dan tamu yang hadir.
"Kami ingin kegiatan ini sukses dari semua aspek, termasuk kesehatan dan kebersihan. Dengan kerja sama semua pihak, Insyaallah Porsenijar dapat berjalan lancar, aman, nyaman, dan memberikan kesan baik bagi seluruh peserta maupun tamu yang hadir," ujarnya.
Selain membahas kesiapan kesehatan dan kebersihan, rapat juga membicarakan sejumlah aspek teknis menjelang pembukaan kegiatan, termasuk penempatan pembawa bendera kontingen dari masing-masing kabupaten dan kota.
Porsenijar Sulawesi Selatan 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 6 Juli 2026 di Kabupaten Sidrap. Upacara pembukaan akan digelar di Stadion Ganggawa, sementara berbagai cabang olahraga, seni, dan kegiatan pembelajaran akan berlangsung di sejumlah lokasi yang telah disiapkan panitia.
Tak hanya menghadirkan kompetisi antar peserta didik, ajang tahunan ini juga akan diramaikan dengan seminar nasional dan berbagai kegiatan edukatif lainnya. Sedangkan acara penutupan direncanakan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sidrap.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Sidrap optimistis mampu menjadi tuan rumah yang sukses dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta Porsenijar Sulsel 2026.
