INILAHPOS.com - Founder Zona Inovasi dan Gerakan Literasi Digital (Zigid Indonesia), Muhammad Nur Rasul, menegaskan bahwa literasi saat ini merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat di era digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut masyarakat memiliki kemampuan literasi yang baik agar mampu memilah, memahami, serta memanfaatkan informasi secara bijak dan bertanggung jawab.
“Literasi bukan lagi sekedar aktivitas membaca dan menulis, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Dengan literasi yang baik, masyarakat dapat berpikir kritis, terhindar dari hoaks, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi di era digital,” ujar Muhammad Nur Rasul, Sabtu, (20/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa tantangan perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan literasi masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Kemampuan memahami informasi secara benar dinilai menjadi kunci dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan berdaya saing.
Lebih lanjut, Muhammad Nur Rasul menyampaikan komitmen Zigid Indonesia untuk terus mendorong lahirnya figur-figur literasi yang mampu menjadi inspirasi, penggerak, sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program edukasi yang dijalankan Zigid Indonesia, seperti 10 Day Reading Challenge, Talent Zigid Indonesia, Kelas Menulis Buku, serta berbagai kampanye literasi digital lainnya. Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan minat baca, kemampuan menulis, pengembangan talenta generasi muda, hingga pemanfaatan teknologi digital secara produktif dan bertanggung jawab.
“Kami ingin menghadirkan lebih banyak figur literasi yang mampu menginspirasi masyarakat. Melalui 10 Day Reading Challenge, Talent Zigid Indonesia, Brand Ambassador, dan berbagai program edukasi lainnya, kami berupaya membangun ekosistem literasi yang kuat, kreatif, dan berdampak luas,” katanya.
Melalui berbagai program tersebut, Zigid Indonesia berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan budaya literasi di Indonesia sekaligus menciptakan generasi yang cerdas, kritis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Muhammad Nur Rasul menambahkan bahwa kolaborasi antara komunitas, lembaga pendidikan, pemerintah, media, dan berbagai elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat gerakan literasi secara berkelanjutan.
“Literasi adalah fondasi kemajuan bangsa. Karena itu, semua pihak perlu bergandengan tangan untuk menciptakan ekosistem literasi yang kuat, inklusif, dan mampu melahirkan generasi yang berkarakter serta berdaya saing global,” tutupnya.
