![]() |
| Plt Kadinkes Andi Jefrianto Asapa harus menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki sejauh 14 kilometer melewati medan yang cukup berat demi memberikan pelayanan kesehatan. (dok/humas dinkes) |
INILAHPOS.com - Semangat menghadirkan pelayanan hingga ke pelosok kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Sinjai. Meski harus menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki sejauh 14 kilometer melewati medan yang cukup berat, jajaran Dinas Kesehatan tetap mendatangi masyarakat di Dusun Sapoberu, Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, Senin (22/6/2026).
Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan, Andi Jefrianto Asapa, didampingi Kepala Puskesmas Tenggalembang bersama petugas kesehatan.
Dusun Sapoberu merupakan salah satu wilayah yang memiliki akses cukup terbatas. Dengan jarak sekitar 35 kilometer dari pusat pelayanan kesehatan, kondisi cuaca dan medan yang menantang membuat tim kesehatan harus berjalan kaki selama kurang lebih dua jam dua puluh menit untuk menjangkau lokasi.
Namun perjalanan panjang itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan yang layak.
Setibanya di lokasi, tim kesehatan langsung memberikan pemeriksaan, pengobatan, serta pendataan kondisi kesehatan masyarakat. Sebanyak 49 warga memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Tercatat terdapat dua balita stunting, dua balita dengan masalah gizi, serta satu ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Selain itu, petugas juga mendata satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang memerlukan pendampingan dan penanganan lebih lanjut.
Di wilayah tersebut juga terdapat tiga ibu hamil yang menjadi sasaran pemantauan kesehatan secara berkala.
Mayoritas warga yang datang memeriksakan diri diketahui mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kondisi tersebut mendorong petugas untuk tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya menjaga pola makan, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kesehatan rutin.
Selain layanan pengobatan, petugas Promosi Kesehatan (Promkes) turut memberikan penyuluhan tentang pengelolaan air bersih dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan penyakit sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting.
Bagi masyarakat Sapoberu, kehadiran tim kesehatan bukan sekadar kegiatan pelayanan biasa. Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap kondisi warga yang tinggal jauh dari pusat layanan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, menegaskan bahwa keterbatasan akses tidak boleh menjadi alasan masyarakat kehilangan hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
"Jarak dan medan yang sulit tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Kesehatan akan terus memastikan pelayanan kesehatan hadir hingga ke daerah terpencil agar derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat," tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, memperkuat upaya promotif dan preventif, serta memastikan penanganan stunting, gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga penyakit tidak menular dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
Di tengah medan yang berat dan perjalanan yang melelahkan, semangat melayani masyarakat tetap menjadi prioritas. Sebab bagi mereka, kesehatan adalah hak setiap warga, di mana pun mereka berada.
