INILAHPOS.com - Tiga dekade lebih mengabdi sebagai wadah berhimpun mahasiswa asal Sinjai di Kota Makassar, Kesatuan Mahasiswa Sinjai (KMS) Universitas Negeri Makassar (UNM) terus menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi yang melahirkan generasi muda berkarakter, berdaya saing, dan peduli terhadap pembangunan daerah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan Milad ke-34 KMS UNM yang berlangsung penuh kehangatan dan semangat kekeluargaan di Aula Wisma Sandika Sinjai, Sabtu (20/6/2026) malam.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sinjai, Dr. Mansyur, Dewan Pembina KMS UNM Muhammad Rusmin, Anggota Bawaslu Sinjai Muh. Naim, para senior, alumni, serta pengurus dan kader KMS UNM dari berbagai angkatan.
Ketua Umum KMS UNM, Hasmita, mengatakan bahwa usia 34 tahun menjadi bukti perjalanan panjang organisasi yang telah banyak melahirkan kader-kader potensial dari Kabupaten Sinjai.
Menurutnya, momentum milad bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun arah dan strategi yang lebih baik di masa mendatang.
“Selama 34 tahun, KMS UNM telah menjadi rumah besar bagi mahasiswa Sinjai. Milad ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan organisasi, mengevaluasi capaian yang telah diraih, dan merancang langkah-langkah strategis demi kemajuan organisasi ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap daerah harus terus menjadi fondasi utama dalam setiap gerak langkah organisasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sinjai, Dr. Mansyur, menyampaikan apresiasi atas kontribusi KMS UNM yang selama ini konsisten menjadi ruang pembinaan generasi muda Sinjai di lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, perjalanan organisasi yang telah mencapai usia 34 tahun menunjukkan bahwa KMS UNM mampu bertahan dan berkembang di tengah berbagai dinamika zaman.
“34 tahun bukan waktu yang singkat. Ini adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan, dinamika, dan pengabdian. KMS UNM telah menjadi salah satu organisasi mahasiswa yang berperan penting dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan memiliki kepedulian terhadap daerah,” katanya.
Mansyur menegaskan bahwa mahasiswa merupakan aset penting yang akan menjadi penerus estafet pembangunan Kabupaten Sinjai di masa depan.
Karena itu, ia mengajak seluruh kader KMS UNM untuk memanfaatkan organisasi sebagai sarana pembelajaran yang dapat membentuk karakter, mengasah kepemimpinan, serta memperluas wawasan dan jaringan.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai persatuan dan kekeluargaan yang selama ini menjadi identitas KMS UNM.
“Motto Sirui Menre Tessirui No yang berarti sekali kita bersatu, tidak akan pernah terpecah, harus terus dijaga. Semangat persatuan inilah yang menjadi kekuatan besar dalam membangun organisasi dan berkontribusi bagi daerah,” tegasnya.
Selain itu, Mansyur berharap para alumni maupun mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan dapat kembali ke Kabupaten Sinjai untuk mengabdikan ilmu dan pengalaman yang dimiliki demi kemajuan daerah.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Sinjai selalu membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa dalam berbagai program pembangunan.
“Pemerintah Kabupaten Sinjai sangat terbuka untuk bersinergi dengan mahasiswa. Kami percaya ide, gagasan, dan inovasi anak muda memiliki peran besar dalam mendorong kemajuan daerah,” tambahnya.
