![]() |
| Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sinjai, Asdar Amal Dharmawan saat memberikan keterangan kepada wartawan. |
INILAHPOS.com - Pemerintah Kabupaten Sinjai semakin memantapkan langkah menuju tata kelola keuangan daerah yang transparan dan berbasis digital.
Hal ini mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) Monitoring dan Evaluasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan IV Tahun 2025 yang digelar di Gedung Command Center Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Selasa (16/12/2025).
Dipimpin langsung Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, forum strategis tersebut tidak hanya membahas capaian PAD, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat komitmen seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengoptimalkan potensi pendapatan daerah secara berkelanjutan.
Dalam paparan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sinjai, Asdar Amal Dharmawan, realisasi PAD hingga 15 Desember 2025 telah mencapai 99,27 persen atau lebih dari Rp118 miliar dari target Rp119 miliar. Capaian ini mencerminkan kinerja positif sebagian besar OPD pengelola PAD.
Menariknya, lima OPD bahkan mampu melampaui target di atas 100 persen, yakni Bapenda, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, serta Dinas Kominfo dan Persandian.
Meski demikian, masih terdapat beberapa OPD dengan capaian di bawah 80 persen yang menjadi perhatian khusus pimpinan daerah.
“Forum ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencari solusi agar potensi PAD ke depan dapat dimaksimalkan,” ungkap Asdar.
Salah satu penekanan utama Bupati Sinjai dalam pertemuan tersebut adalah percepatan digitalisasi sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Menurutnya, penerapan transaksi non-tunai menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pemungutan, transparansi, serta kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal akuntabilitas dan pelayanan. Jika sistemnya baik dan mudah, masyarakat akan lebih patuh,” kata Asdar.
Ia menambahkan, capaian PAD yang hampir menyentuh target harus dijadikan pijakan untuk menyusun rencana aksi yang lebih terukur, khususnya pada sektor-sektor yang masih belum optimal.
Sementara itu, Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif berharap capaian PAD yang telah diraih dapat terus ditingkatkan hingga akhir tahun.
“Ada capaian yang sudah kita raih dengan baik, namun beberapa sektor memang masih membutuhkan peningkatan. Karena itu, dibutuhkan rencana aksi yang jelas agar target PAD dapat tercapai secara optimal,” tegas Bupati.
HLM Monev PAD ini turut dihadiri Sekda Sinjai Andi Jefrianto Asapa, Asisten II Andi Ilham Abubakar, Asisten III Andi Ariany Djalil, serta seluruh kepala OPD pengelola PAD. Pertemuan ini diharapkan menjadi titik penguat sinergi lintas OPD dalam membangun kemandirian fiskal Kabupaten Sinjai ke depan.
