Dugaan Kekerasan di Daycare Yogyakarta Picu Kemarahan Publik, Pemerhati Anak Minta Tindakan Tegas

Share:
Dugaan Kekerasan di Daycare Yogyakarta Picu Kemarahan Publik, Pemerhati Anak Minta Tindakan Tegas
Julia Putri Noor 

INILAHPOS.com - Dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap bayi di sebuah tempat penitipan anak, Daycare Little Aresha, di Umbulharjo, Yogyakarta memicu kemarahan dan keprihatinan luas dari masyarakat. Kasus ini mencuat setelah beredarnya bukti yang menunjukkan bayi-bayi diduga mengalami perlakuan tidak layak, hingga mengalami tekanan fisik dan mental.

Peristiwa tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hak anak serta bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan anaknya dengan harapan mendapatkan perlindungan dan kasih sayang.

Informasi yang beredar juga mengindikasikan bahwa perlakuan tersebut bukan terjadi secara insidental, melainkan diduga telah menjadi praktik rutin dalam pengasuhan sehari-hari. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena disebut adanya upaya untuk menutupi kejadian dari orang tua.

Pemerhati anak, Julia Putri Noor, menyampaikan kecaman keras atas dugaan kasus tersebut. Ia menilai tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun.

"Ini bukan sekadar kelalaian, tetapi sudah masuk kategori kekerasan berat terhadap anak. Tidak ada alasan apa pun yang bisa membenarkan tindakan mengikat bayi atau memperlakukan mereka secara tidak manusiawi. Ini harus diproses hukum secara tegas dan transparan," tegas Founder Jendela Pendidikan Nusantara (JPN) itu, Selasa, (28/4/2026).

Julia juga meminta pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh lembaga penitipan anak, termasuk standar operasional dan kompetensi tenaga pengasuh.

"Kita tidak boleh lagi lengah. Semua daycare harus diawasi ketat, memiliki standar yang jelas, dan tenaga pengasuh yang benar-benar terlatih. Anak-anak bukan objek, mereka manusia yang harus dilindungi," tambahnya.

Sorotan juga mengarah pada peran pemerintah pusat. Menteri yang membidangi pendidikan serta perlindungan perempuan dan anak diminta turun tangan langsung untuk memastikan kasus ini ditangani secara serius.

Julia berharap Pemerintah segera mengambil langkah konkret, mulai dari investigasi menyeluruh, pemberian sanksi tegas kepada pihak yang terlibat, hingga penguatan regulasi dan pengawasan terhadap lembaga pengasuhan anak.

"Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak akan pentingnya perlindungan anak, terutama di ruang-ruang yang seharusnya menjadi tempat aman bagi tumbuh kembang mereka," kata Julia.

Dia pun berharap keadilan segera ditegakkan, serta para korban mendapatkan pemulihan dan perlindungan yang layak agar dapat kembali tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih dan aman.

Share:
Komentar

Berita Terkini