INILAHPOS.com - Tradisi adat Ma’rimpa Salo kembali mewarnai pesisir Sungai Apareng, Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sabtu (10/10/2026).
Mengusung konsep ECO Green, perhelatan budaya tahunan ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur masyarakat atas hasil panen dan tangkapan ikan, tetapi juga membawa pesan penting tentang pelestarian lingkungan.
Pesta adat yang digelar Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) tersebut secara resmi dibuka Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, di Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur.
Ma’rimpa Salo berlangsung di sepanjang pesisir Sungai Apareng yang menjadi batas antara Desa Sanjai dan Desa Bua, wilayah Kecamatan Sinjai Timur dan Kecamatan Tellulimpoe.
Dalam sambutannya, Andi Mahyanto menegaskan bahwa Ma’rimpa Salo merupakan bagian dari identitas sekaligus warisan budaya masyarakat pesisir Sinjai yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Menurutnya, tradisi menghalau ikan di sungai secara bersama-sama mencerminkan semangat gotong royong masyarakat sekaligus menjadi wujud rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT.
Tahun ini, konsep ECO Green menjadi salah satu pesan utama penyelenggaraan Ma’rimpa Salo. Melalui konsep tersebut, pelestarian tradisi diharapkan berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir beserta ekosistemnya.
Lebih lanjut, Andi Mahyanto menyampaikan bahwa Ma’rimpa Salo telah menjadi bagian penting dalam agenda budaya dan pariwisata Kabupaten Sinjai. Tradisi ini juga masuk dalam Calendar of Event Sulawesi Selatan sebagai salah satu kekayaan budaya daerah yang terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Ia berharap penyelenggaraan Ma’rimpa Salo dapat memberikan manfaat yang lebih besar, tidak hanya dalam menjaga identitas budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Saya juga menyampaikan harapan besar agar Event Ma’rimpa Salo dapat terus ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya, sehingga ke depan mampu memenuhi kriteria dan masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara," ujarnya.
Wakil Bupati juga berharap kualitas penyelenggaraan Ma’rimpa Salo terus ditingkatkan agar ke depan mampu memenuhi kriteria dan masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN).
Menurutnya, target tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, komunitas, hingga seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan pariwisata.
Ia turut mengapresiasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai atas komitmennya menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan budaya serta potensi pariwisata daerah.
Apresiasi juga disampaikan kepada pemerintah dan masyarakat Desa Sanjai serta Desa Bua, termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda yang terus menjaga keberlangsungan tradisi Ma’rimpa Salo hingga saat ini.
Penyelenggaraan Ma’rimpa Salo tahun ini turut dirangkaikan dengan deklarasi dan aksi peduli lingkungan Sungai Apareng serta lomba balap perahu.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), staf ahli bupati, asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sinjai, Rozalina A. Mahyanto.
