Peringati Harhubnas dan Haornas 2026, Bupati Ratnawati Tekankan Keselamatan Transportasi dan Budaya Hidup Aktif

Share:
Peringati Harhubnas dan Haornas 2026, Bupati Ratnawati Tekankan Keselamatan Transportasi dan Budaya Hidup Aktif

INILAHPOS.com - Sektor transportasi dan olahraga menjadi dua perhatian penting Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam momentum peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 dan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, saat memimpin upacara peringatan Harhubnas dan Haornas yang dirangkaikan dengan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di Halaman Kantor Bupati Sinjai, Kamis (17/9/2026).

Dalam amanatnya, Ratnawati menyoroti pentingnya sektor perhubungan sebagai salah satu penopang aktivitas masyarakat dan perekonomian.

Mengusung tema Harhubnas ke-55, “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan yang Lebih Maju”, peringatan tahun ini menegaskan peran transportasi sebagai penghubung antardaerah sekaligus penggerak ekonomi dan perekat persatuan.

“Kita patut mengapresiasi para insan perhubungan atas dedikasinya menjaga konektivitas darat, laut, dan udara. Namun, tantangan itu masih ada, terutama dari sisi keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, digitalisasi layanan, dan konektivitas dari desa ke kota,” ujar Ratnawati.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sinjai terus berkomitmen memperkuat infrastruktur serta pelayanan transportasi agar semakin aman, tertib, nyaman, dan ramah lingkungan.

Ratnawati juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil peran dengan meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tertib berlalu lintas, menggunakan transportasi publik dengan bijak, dan mengutamakan keselamatan,” katanya.

Ia berharap momentum Harhubnas dapat menjadi penguat komitmen bersama untuk menjadikan transportasi sebagai salah satu pilar pembangunan daerah dan nasional.

“Harapan kita semua di Hari Perhubungan ini, sektor transportasi menjadi pilar kokoh dan memperkuat ketahanan serta kemajuan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Haornas: Olahraga Harus Menjadi Budaya Sehari-hari

Selain sektor transportasi, momentum Haornas ke-43 juga menjadi pengingat pentingnya membangun masyarakat yang aktif dan bugar.

Mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”, peringatan Haornas tahun ini menekankan bahwa olahraga tidak semestinya hanya identik dengan pertandingan atau kegiatan seremonial.

Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang disampaikan pada upacara tersebut, terdapat lima arah utama yang perlu menjadi perhatian dalam membangun budaya olahraga di masyarakat.

Pertama, olahraga harus ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat tidak hanya didorong untuk mendapatkan pengobatan ketika sakit, tetapi juga dibangun agar aktif bergerak sehingga tetap sehat dan bugar.

Kedua, pemerintah daerah didorong menjadi motor utama gerakan masyarakat aktif dan bugar. Ketersediaan ruang publik, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki, jalur bersepeda, serta program olahraga yang mudah, murah, aman, dan inklusif dinilai penting untuk mendukung hal tersebut.

Ketiga, olahraga harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, tempat kerja, desa, ruang publik maupun lingkungan keluarga.

Car Free Day (CFD) juga diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin atau seremonial, tetapi dimanfaatkan sebagai ruang untuk membangun kebiasaan masyarakat agar lebih aktif bergerak

Keempat, keberhasilan pembangunan olahraga tidak hanya diukur dari banyaknya event yang digelar. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan perilaku masyarakat, seperti meningkatnya jumlah warga yang aktif berolahraga dan tingkat kebugaran masyarakat.

Karena itu, data dan indikator kebugaran perlu menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan olahraga.

Kelima, pembangunan olahraga harus dilakukan secara inklusif dan berkeadilan. Anak-anak, pemuda, perempuan dan laki-laki, lansia, masyarakat perdesaan maupun perkotaan, hingga penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan yang sama untuk bergerak dan berolahraga.

Share:
Komentar

Berita Terkini