INILAHPOS.com - Peran Puskesmas sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mengendalikan hipertensi terus diperkuat. Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai menggelar Orientasi Pengendalian Hipertensi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pertama bagi Petugas Puskesmas Tingkat Kabupaten Sinjai Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 11–12 September 2026, di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Hj. Andi Julia Arisanti.
Orientasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani hipertensi secara komprehensif, mulai dari deteksi dini, pemantauan pasien, pengendalian faktor risiko, hingga pencegahan komplikasi.
Turut hadir Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Pengelola Program Penyakit Tidak Menular (PTM), serta dokter dan pengelola program hipertensi dari Puskesmas se-Kabupaten Sinjai.
Sejumlah narasumber turut memberikan penguatan materi, di antaranya dr. Andi Purnamasari, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam RSUD Sinjai, serta narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, dr. Hj. Andi Julia Arisanti menekankan bahwa Puskesmas memiliki posisi strategis dalam pengendalian hipertensi karena menjadi fasilitas pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat.
“Puskesmas memiliki peran yang sangat penting dalam pengendalian hipertensi karena menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di masyarakat. Karena itu, kapasitas petugas perlu terus diperkuat agar pelayanan dapat dilaksanakan secara optimal dan berkesinambungan,” ujarnya.
Menurutnya, pengendalian hipertensi tidak hanya berfokus pada penanganan pasien yang telah terdiagnosis. Upaya tersebut juga harus dilakukan melalui deteksi dini, pemantauan tekanan darah secara berkala, edukasi kepada masyarakat, peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan, serta penerapan pola hidup sehat.
Melalui orientasi ini, peserta mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan mengenai tata laksana serta strategi pengendalian hipertensi di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dokter dan pengelola program hipertensi di setiap Puskesmas, sehingga pelayanan dapat semakin optimal dalam menemukan kasus sejak dini, mengendalikan faktor risiko, memantau kondisi pasien, serta mencegah terjadinya komplikasi.
Selain penguatan kapasitas, orientasi ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dan seluruh Puskesmas dalam pelaksanaan program Penyakit Tidak Menular (PTM).
Dengan penguatan tersebut, pengendalian hipertensi di Kabupaten Sinjai diharapkan dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkesinambungan hingga ke tingkat pelayanan kesehatan terdepan.
