![]() |
| Bupati Sinjai, Hj Ratnawati Arif resmi menutup pasar rakyat jilid II |
INILAHPOS.com - Bukan sekadar menjadi ruang hiburan dan tempat berjualan, Pasar Rakyat Merdeka Jilid II Tahun 2026 turut menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat Sinjai. Selama pelaksanaannya, perputaran uang di kawasan tersebut diperkirakan mencapai Rp1,7 miliar.,
Angka tersebut disampaikan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Sentral Sinjai (HPS2), H. Agus Salim, saat penutupan Pasar Rakyat Merdeka Jilid II di Alun-alun Sinjai Bersatu, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang digelar sejak 21 Agustus hingga 12 September 2026 itu ditutup secara resmi oleh Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif.
Agus Salim mengatakan, pelaksanaan Pasar Rakyat Merdeka tahun ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan pelaksanaan perdana.
Menurutnya, para pelaku usaha yang berpartisipasi mendapatkan hasil sesuai harapan selama kegiatan berlangsung. Bahkan, berdasarkan hasil komunikasi dengan sejumlah pedagang, nilai transaksi yang berputar selama 22 hari pelaksanaan, di luar malam penutupan, diperkirakan mencapai Rp1,7 miliar.
“Saya sudah berbincang-bincang dengan para pedagang dan pelaku usaha. Alhamdulillah, dana yang bergulir di tempat ini selama 22 hari, tidak termasuk malam ini, saya kalkulasi bersama teman-teman sekitar Rp1,7 miliar,” ujar Agus Salim.
Ia menyebut capaian tersebut menjadi peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan Pasar Rakyat Merdeka Jilid I.
“Ini peningkatan yang cukup signifikan daripada Pasar Rakyat Merdeka yang pertama,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif memberikan apresiasi kepada HPS2 yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Pasar Rakyat Merdeka tidak hanya memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.
Bupati menyebut kegiatan yang berlangsung kurang lebih tiga pekan itu diikuti sekitar 100 tenant UMKM. Jumlah tersebut bahkan mengalami peningkatan dibandingkan saat kegiatan pertama kali dimulai.
“Data yang saya peroleh sebelumnya, ada sekitar 60 sampai 70 tenant yang berpartisipasi pada awal pelaksanaan. Namun, berjalan waktu meningkat hingga ratusan tenant sampai pasar rakyat ini selesai dilaksanakan,” kata Ratnawati.
Menurutnya, meningkatnya jumlah pelaku usaha yang ikut serta menunjukkan adanya kepercayaan publik yang semakin besar terhadap pelaksanaan Pasar Rakyat Merdeka.
“Artinya, kepercayaan publik terhadap pelaksanaan pasar rakyat ini terjadi peningkatan yang signifikan,” ujarnya.
Ratnawati menegaskan, UMKM memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, berbagai ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha perlu terus didukung.
“UMKM bukan sekadar pelaku usaha kecil, tetapi ujung tombak perekonomian daerah,” tegasnya.
Ia juga menilai berbagai produk yang ditampilkan dalam Pasar Rakyat Merdeka menjadi gambaran potensi ekonomi lokal Sinjai. Mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan hingga produk pertanian, seluruhnya dinilai memiliki nilai ekonomi sekaligus merepresentasikan identitas daerah.
“Setiap produk yang dijual di Pasar Rakyat Merdeka, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan hingga produk pertanian, adalah representasi identitas dan potensi Sinjai yang harus kita banggakan,” tuturnya.
Bupati menilai keberadaan Pasar Rakyat Merdeka membuktikan bahwa dari aktivitas pasar tradisional, masyarakat dapat membangun peluang ekonomi yang lebih besar.
“Pasar rakyat ini adalah bukti bahwa dari pasar tradisional, kita bisa membangun mimpi besar untuk peningkatan ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.
Penutupan Pasar Rakyat Merdeka Jilid II tersebut turut dirangkaikan dengan Anniversary ke-6 Sinjai Community Sound System (SCS).
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda, Ketua DPRD Sinjai Andi Jusman, unsur Forkopimda, kepala OPD, serta Camat Sinjai Utara.
