INILAHPOS.com - Kepengurusan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menutup masa baktinya dengan catatan membanggakan.
Selama periode 2025–2026, hampir seluruh program kerja yang telah dirancang berhasil direalisasikan, mencerminkan komitmen dan soliditas organisasi dalam menjalankan amanah.
Capaian tersebut disampaikan dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan yang digelar pada Kamis (16/7/2026). Forum tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penanda berakhirnya kepemimpinan Ketua Umum Danisha dan Sekretaris Izza.
Di hadapan anggota, pembina, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukodadi, serta pihak sekolah, pengurus memaparkan berbagai program yang telah terlaksana selama satu tahun kepengurusan.
Ketua Umum IPM MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Danisha, menegaskan bahwa laporan pertanggungjawaban bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk akuntabilitas atas amanah yang telah diberikan.
"LPJ bukan sekadar formalitas akhir jabatan. Ii adalah bukti bahwa setiap amanah yang diberikan telah kami perjuangkan, sekaligus bahan evaluasi agar kepengurusan selanjutnya bisa melangkah lebih jauh," ungkap Danisha.
Seluruh program dilaksanakan di lingkungan MTs Muhammadiyah 20 Menongo sebagai pusat pembinaan kader pelajar Muhammadiyah. Keberhasilan tersebut, menurut Danisha, tidak lepas dari budaya evaluasi yang terus diterapkan setelah setiap kegiatan berlangsung.
"Evaluasi setelah kegiatan menjadi budaya kami. Dari situlah kami terus memperbaiki kekurangan," jelasnya.
Keberhasilan kepengurusan Danisha-Izza dinilai menjadi bukti bahwa organisasi pelajar mampu dikelola secara profesional melalui perencanaan yang matang, koordinasi yang baik antarbidang, serta dukungan penuh dari para pembina.
Menjelang berakhirnya masa jabatan, Danisha juga menyampaikan harapan agar estafet kepemimpinan mampu membawa IPM Menongo semakin berkembang.
"Kami pamit, tapi semangat IPM Menongo harus terus menyala. Semoga periode selanjutnya bisa menuntaskan yang belum sempurna dan menciptakan program yang lebih inovatif," tuturnya.
Sementara itu, Kepala MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Suparno, S.Pd, mengajak seluruh kader IPM memanfaatkan Musyawarah Ranting sebagai ruang demokrasi untuk memilih pemimpin terbaik.
"Musyawarah Ranting ini adalah wadah untuk berdemokrasi dalam menentukan IPM satu tahun ke depan. Untuk itu pilihlah calon pimpinan yang mampu membawa IPM lebih baik dari kemarin," pesannya.
---
SAMI'AN (Tim Publikasi MTs Muhammadiyah 20 Menongo Sukodadi Lamongan)
