INILAHPOS.com - Perjalanan hampir satu setengah jam tak menyurutkan langkah para tenaga kesehatan menuju Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai, Rabu (15/7/2026). Di balik medan yang menantang itu, tersimpan harapan ratusan warga yang menanti pelayanan kesehatan tanpa harus meninggalkan kampung mereka.
Pagi itu, rombongan Pemerintah Kabupaten Sinjai bersama tim kesehatan harus meninggalkan kendaraan setelah hujan dan cuaca ekstrem membuat akses menuju dusun tidak dapat dilalui. Mereka kemudian berjalan kaki sejauh sekitar 8 kilometer untuk menjangkau Dusun Tonrong, yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Puskesmas Tengngalembang.
Perjalanan melewati jalan berlumpur tersebut menjadi bagian dari komitmen menghadirkan Pelayanan Daerah Sulit (Dacil) bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dengan hadirnya Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, yang turun langsung meninjau pelayanan kepada masyarakat.
Ia didampingi para Kepala Bidang Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Kepala Puskesmas Tengngalembang, penanggung jawab dusun, serta tim tenaga kesehatan Puskesmas Tengngalembang.
Dusun Tonrong dihuni 387 jiwa yang tersebar dalam 115 kepala keluarga dengan 97 rumah. Di dalamnya terdapat 31 balita, 5 ibu hamil, 38 remaja, 231 penduduk dewasa, dan 40 lanjut usia. Sejumlah warga juga hidup dengan penyakit yang membutuhkan pemantauan rutin, di antaranya 7 penderita hipertensi, 5 penderita diabetes melitus, 2 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta 1 penderita stroke.
Bagi warga seperti Andi Herlia, kehadiran tim kesehatan menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sebagai penderita hipertensi, ia tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk memeriksakan tekanan darahnya.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pelayanan ini. Saya tidak perlu lagi pergi jauh ke puskesmas untuk memeriksakan tekanan darah karena setiap bulan petugas kesehatan datang langsung ke dusun memberikan pelayanan,” ungkapnya.
Pada pelayanan kali ini, sebanyak 65 warga memperoleh berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, skrining penyakit tidak menular, pelayanan kesehatan ibu dan anak, konsultasi, pengobatan, hingga edukasi kesehatan.
Bagi para tenaga kesehatan, perjalanan panjang melewati medan yang berat seakan terbayar saat melihat warga dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus meninggalkan dusun mereka.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di wilayah terpencil merupakan bentuk tanggung jawab untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
"Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk memastikan seluruh warga, termasuk yang berada di wilayah terpencil, mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak."
Pelayanan Dacil pun menjadi bukti bahwa keterbatasan akses bukan alasan untuk berhenti melayani. Di tengah medan yang menantang, semangat para tenaga kesehatan tetap menyala, membawa pelayanan sekaligus harapan bagi masyarakat hingga ke pelosok Kabupaten Sinjai.
