![]() |
| Salah satu sapi kurban Presiden RI yang dibeli di Kabupaten Sinjai tahun 2026. (dok/istimewa) |
INILAHPOS.com - Sektor peternakan terus menjadi salah satu penopang pembangunan ekonomi di Kabupaten Sinjai. Berbagai inovasi yang diterapkan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil positif, ditandai dengan peningkatan kualitas genetik ternak, tingginya angka kelahiran sapi hasil inseminasi buatan, hingga realisasi pengiriman ternak yang melampaui target tahun 2026.
Data capaian tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang dirangkaikan dengan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di halaman Kantor Bupati Sinjai, Senin (20/7/2026).
Menurut Andi Jefrianto, Kabupaten Sinjai selama ini dikenal sebagai salah satu daerah sentra sapi potong di Sulawesi Selatan. Potensi tersebut terus diperkuat melalui pembinaan peternak, penerapan teknologi reproduksi, peningkatan kualitas sumber daya genetik ternak, serta pelayanan yang menjangkau hingga pelosok desa.
Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah keberhasilan program Inseminasi Buatan (IB).
"Melalui penerapan teknologi Inseminasi Buatan (IB), kualitas genetik ternak terus meningkat dan populasi sapi potong terus berkembang. Pada tahun 2024 sampai dengan 2025 telah lahir sebanyak 5.872 ekor pedet hasil Inseminasi Buatan," ujar Andi Jefrianto.
Kemajuan teknologi peternakan di Sinjai juga ditandai dengan lahirnya pedet sapi Simmental jantan pertama hasil penerapan teknologi sexing semen di Desa Mattunreng Tellue, Kecamatan Sinjai Tengah pada tahun 2026.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi di bidang peternakan telah diterapkan secara nyata untuk meningkatkan produktivitas dan mutu ternak lokal.
Tidak hanya itu, kualitas ternak asal Kabupaten Sinjai juga mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Selama tahun 2025 hingga 2026, Sinjai kembali dipercaya sebagai salah satu daerah pemasok sapi kurban Presiden Republik Indonesia yang didistribusikan ke sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Dari sisi kontribusi ekonomi, sektor peternakan juga mencatatkan kinerja yang menggembirakan. Pemerintah Kabupaten Sinjai menargetkan pengiriman 3.500 ekor ternak keluar daerah sepanjang tahun 2026. Namun hingga akhir Juni, realisasinya telah mencapai 3.726 ekor, atau 106,46 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian tersebut sekaligus melanjutkan prestasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai yang pada tahun 2025 berhasil meraih Juara II Sinjai E-HAO Competition kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pengelola Retribusi.
Di balik sederet capaian itu, Andi Jefrianto memberikan apresiasi kepada para dokter hewan, inseminator, dan petugas lapangan yang dinilai menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.
Ia menyebut mereka bekerja tanpa mengenal waktu, menjangkau wilayah pedesaan dengan medan yang tidak mudah, bahkan tetap memberikan pelayanan saat hari libur jika dibutuhkan peternak.
