INILAHPOS.com - Regenerasi kepemimpinan di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur berlangsung sukses.
Melalui Musyawarah Ranting (Musyran) periode 2026–2027, Nur Callysta Isti Safira resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pimpinan Ranting IPM setelah melalui proses demokrasi yang melibatkan seluruh peserta forum.
Musyran yang digelar di aula madrasah pada Jumat (17/7/2026) mengangkat tema "Akselerasi Kader Berkemajuan dalam Menjawab Tantangan Era Digital". Sebanyak 34 peserta mengikuti forum sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi pelajar Muhammadiyah di lingkungan sekolah.
Pada tahap pemilihan, peserta menentukan tujuh formatur dari sebelas calon yang diajukan. Tiga peraih suara terbanyak yakni Asha Aqila Febrian dengan perolehan 94,1 persen suara, disusul Viola Nur Rahmayandis dan Nur Callysta Isti Safira yang masing-masing memperoleh 85,3 persen suara.
Melalui sidang pleno, ketujuh formatur kemudian bermusyawarah dan secara aklamasi menetapkan susunan kepengurusan baru. Nur Callysta Isti Safira dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua, Erika Wuryani sebagai Sekretaris, dan Asha Aqila Febrian sebagai Bendahara Pimpinan Ranting IPM MTs Muhammadiyah 20 Menongo periode 2026–2027.
Usai terpilih, Nur Callysta menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi menjadi lebih solid dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia mengusung visi "IPM Kompak Menyelesaikan Masalah" sebagai arah gerak kepengurusan selama satu periode ke depan.
"Kami akan fokus pada kaderisasi, dakwah digital, dan pembinaan karakter berbasis lima pilar, yaitu Cerdas, Edukatif, Religius, Inovatif, dan Aktif," ujar Nur Callysta.
Menurutnya, tantangan era digital harus dijawab dengan memperkuat kualitas kader sekaligus memanfaatkan teknologi sebagai media dakwah dan pengembangan organisasi.
Musyawarah Ranting ini menjadi momentum penting bagi IPM MTs Muhammadiyah 20 Menongo dalam menyiapkan generasi pelajar yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
(Laporan: Sami’an)
