![]() |
| Sapi kurban Presiden RI berasal dari Kabupaten Sinjai. (Foto/Dinas Peternakan) |
INILAHPOS.com - Tak banyak yang menyangka, sapi hasil jerih payah peternak lokal itu kini menjadi bagian dari hewan kurban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Iduladha 2026.
Tahun ini, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan kembali dipercaya menjadi pemasok sapi kurban Presiden. Sebanyak sembilan ekor sapi asal daerah berjuluk Bumi Panrita Kitta itu dipilih untuk didistribusikan ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Bagi para peternak, kabar tersebut bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga menjadi bukti bahwa usaha yang mereka rawat bertahun-tahun akhirnya mendapat pengakuan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, Burhanuddin, mengatakan sapi-sapi yang dipilih merupakan hasil pengembangan peternak lokal melalui program inseminasi buatan (IB).
Salah satu sapi dengan ukuran terbesar bahkan memiliki bobot mencapai sekitar 1.160 kilogram dan berasal dari Kecamatan Sinjai Timur. Sementara sapi Presiden yang akan dipotong di Kabupaten Sinjai memiliki berat sekitar 1.046 kilogram dan berasal dari Sinjai Utara.
“Untuk tahun ini ada sembilan ekor kurban Presiden untuk beberapa daerah lain, dan untuk provinsi juga kita ambil di Sinjai,” kata Burhanuddin, Senin (18/05/2026) kepada media.
Di balik bobot fantastis sapi-sapi tersebut, ada kerja keras peternak yang saban hari menjaga pakan, kesehatan, hingga kebersihan ternaknya.
Burhanuddin menyebut, kualitas sapi hasil IB memang jauh berkembang. Ukuran tubuhnya lebih besar dan banyak diminati untuk kebutuhan perusahaan maupun pengiriman luar daerah.
Meski demikian, kehidupan peternak di Sinjai tetap lekat dengan kesederhanaan. Untuk kebutuhan masyarakat lokal, sapi Bali masih menjadi pilihan utama karena harganya lebih terjangkau, berkisar Rp14 juta hingga Rp20 juta per ekor.
“Kalau untuk dalam daerah, masyarakat kita masih dominan memilih sapi Bali karena lebih sesuai dengan kemampuan ekonomi,” katanya.
Kepercayaan pemerintah pusat terhadap sapi asal Sinjai pun menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para peternak.
