INILAHPOS.com - Bocah bernama Arqam Bagus Dwiatmaja (6), warga Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, yang dilaporkan hilang setelah hanyut di saluran irigasi akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Pantai Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Jumat (27/2/2026) setelah terbawa arus saluran irigasi di Dusun Sumnyak, Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang melihat tubuh bocah mengapung di perairan Morodemak. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa setempat dan diteruskan ke tim gabungan.
“Nelayan melihat jasad anak kecil mengapung di perairan Morodemak, kemudian dilaporkan ke aparat desa dan diteruskan ke Basarnas Jateng, BPBD Demak, serta Polairud Polres Demak,” kata Iwan.
Tim gabungan dari Basarnas Jawa Tengah, BPBD Demak, dan Polairud Polres Demak kemudian melakukan proses evakuasi.
“Jasad berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.30 WIB oleh tim gabungan dan langsung dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak,” jelasnya.
BPBD Kendal kemudian menghubungi ayah korban, Saiful Ansohi, untuk memastikan identitas jenazah. Pencocokan dilakukan berdasarkan ciri-ciri fisik yang dimiliki korban.
“Kami mencocokkan ciri-cirinya, salah satunya gigi depan bagian atas korban terdapat gigi gigis. Ciri tersebut sesuai dengan jasad yang ditemukan,” terangnya.
Saat ini pihak keluarga sedang dalam proses pengambilan jenazah. Setelah dari RSUD Sunan Kalijaga Demak, jenazah rencananya akan dibawa ke RSUD dr. Soewondo Kendal untuk proses pemulasaran sebelum dimakamkan.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Operasi SAR Basarnas Semarang Rindang mengatakan pencarian terhadap korban telah berlangsung selama tujuh hari sebelum akhirnya korban ditemukan di perairan Demak.
“Kami melakukan pencarian sudah masuk hari ketujuh, Alhamdulillah korban ditemukan di perairan Sayung, Demak,” kata Rindang saat ditemui di RSUD Sunan Kalijaga Demak.
Menurutnya, identifikasi awal dilakukan berdasarkan ciri fisik korban, terutama pada bagian gigi depan atas yang memiliki tanda khusus.
“Data yang kami terima ada beberapa ciri fisik, dan setelah sampai di RSUD Sunan Kalijaga ditemukan tanda di gigi atas bagian depan. Ternyata cocok dengan data korban,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya tetap menunggu proses identifikasi lanjutan oleh keluarga untuk memastikan identitas jenazah secara resmi.
Rindang menjelaskan peristiwa tersebut bermula ketika tiga anak terpeleset dan jatuh ke saluran irigasi di sekitar Bendungan Sojomerto pada Jumat (27/2/2026). Arus air saat itu dilaporkan cukup deras.
“Kami menerima informasi ada tiga anak yang hanyut di sekitar Bendungan Sojomerto. Ada saksi yang melihat objek anak kecil terbawa arus sungai,” ujarnya.
Dua anak lainnya berhasil menyelamatkan diri, sementara Arqam Bagus Dwiatmaja dilaporkan hilang hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Menurutnya, derasnya arus sungai membuat korban terbawa hingga ke muara Sungai Blukar dan akhirnya sampai ke laut di wilayah Demak.
“Memang saat itu arus sungai sangat deras hingga ke muara Blukar dan terbawa sampai ke laut,” ungkapnya.
Basarnas juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kendal dan sekitarnya.
“Cuaca di wilayah Semarang dan Kendal beberapa hari ini disertai hujan dan angin kencang. Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.** (Rizal Firm)
