Cuaca Buruk Tekan Kunjungan Wisata Selama Libur Lebaran di Sinjai

Share:
Cuaca Buruk Tekan Kunjungan Wisata Selama Libur Lebaran di Sinjai
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai, Tamzil Binawan. (dok/inilahpos)

INILAHPOS.com - Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Sinjai selama libur Lebaran 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor cuaca yang kurang bersahabat menjadi penyebab utama menurunnya jumlah pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai, Tamzil Binawan mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan di enam lokasi wisata yang dikelola. Namun, kondisi cuaca yang didominasi hujan serta tingginya permukaan air laut berdampak signifikan terhadap minat masyarakat untuk berwisata.

“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah kunjungan memang tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Ini karena faktor cuaca yang kurang mendukung dan kondisi air laut yang cukup tinggi,” ujarnya saat ditemui, Rabu, (25/3/2026).

Ia menjelaskan, pada Lebaran tahun sebelumnya, jumlah pengunjung di objek wisata bisa mencapai ribuan orang per hari. Sementara tahun ini, jumlah tersebut menurun drastis, hanya berkisar 600 hingga 700 orang per hari.

Penurunan paling terasa terjadi pada destinasi wisata berbasis pantai dan pulau, seperti Tongke-tongke dan Pulau Lare-lare. Tingginya gelombang laut serta cuaca hujan membuat banyak wisatawan mengurungkan niat untuk berkunjung.

“Di beberapa lokasi seperti Pulau Lare-lare, banyak wisatawan yang tidak jadi menyeberang karena hujan dan kondisi laut yang kurang aman,” jelasnya.

Meski demikian, beberapa destinasi wisata tetap menjadi favorit pengunjung. Untuk objek wisata yang dikelola pemerintah daerah, Tongke-tongke, Pulau Lare-lare, dan kawasan Gojeng masih menjadi tujuan utama. 

Sementara itu, destinasi yang dikelola desa seperti Pantai Marannu di Desa Pasimarannu dan  Fafaliang Waterpark, terpantau cukup ramai.

Dampak penurunan jumlah kunjungan ini turut berimbas pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Jika pada tahun sebelumnya pendapatan selama momen Lebaran bisa mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta, tahun ini diperkirakan tidak mencapai Rp15 juta.

“Penurunan ini dipengaruhi beberapa faktor, seperti cuaca," pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini