INILAHPOS.com - Komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam memperkuat akses pendidikan terus diwujudkan secara nyata.
Karena itu, Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, turun langsung meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di kawasan Kantor Bupati Sinjai, Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Senin (26/1/2026) sore.
Di tengah aktivitas pembangunan yang masih berlangsung, Bupati Ratnawati menyampaikan rasa syukur atas capaian awal proyek strategis tersebut. Hingga akhir Januari, progres pembangunan Sekolah Rakyat Sinjai telah mencapai 10 persen.
“Alhamdulillah, progresnya sudah mencapai 10 persen. Pemerintah daerah sudah menyiapkan lahannya, dan dari pantauan kita, seluruh proses berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan, termasuk keterlibatan tenaga kerja,” ungkap Bupati Ratnawati di sela peninjauan.
Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan bentuk investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing. Ia menegaskan, sektor pendidikan menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sinjai.
Bupati perempuan pertama di Sinjai itu pun berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai target pada Juli mendatang, sehingga sekolah tersebut segera dapat dimanfaatkan oleh para siswa.
Lebih jauh, Ratnawati Arif menyebut kehadiran Sekolah Rakyat di Sinjai sebagai sebuah keberkahan. Pasalnya, tidak semua daerah mendapatkan program pembangunan sekolah rakyat yang merupakan kebijakan pemerintah pusat tersebut.
“Ini patut kita syukuri. Sinjai menjadi salah satu daerah yang dipercaya,” tuturnya.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sinjai didampingi Sekretaris Daerah Andi Jefrianto Asapa, Kepala Dinas Sosial A. Muh. Idnan, Kepala Dinas PUPR H. Haris Achmad, Camat Sinjai Utara Agus Salam, Lurah Alehanuae Muh. Amir, serta pengawas proyek pembangunan Sekolah Rakyat Sinjai.
Sekadar diketahui, proyek pembangunan Sekolah Rakyat Sinjai menelan anggaran sebesar Rp245 miliar yang bersumber dari APBN, dengan luas lahan mencapai 7,5 hektare
