Mahasiswa KKN Unhas Ubah Limbah Kulit Buah Jadi Eco-Enzym di Pangkajene

Share:
Mahasiswa KKN Unhas Ubah Limbah Kulit Buah Jadi Eco-Enzym di Pangkajene

INILAHPOS.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja berjudul “Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah dan Kulit Sayur sebagai Eco-enzym dengan Berbagai Manfaat” di Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Senin, 20 Januari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesadaran warga terhadap pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya limbah kulit buah, agar dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan.

Program pelatihan ini melibatkan staf kelurahan serta masyarakat setempat. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengertian eco-enzym, proses pembuatannya, serta berbagai manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 

Eco-enzym sendiri merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, pengendali bau, serta sebagai bahan pendukung pertanian dan kebersihan lingkungan.

Setelah penyampaian materi, mahasiswa bersama warga melakukan praktik langsung pembuatan eco-enzym dengan menggunakan bahan utama berupa kulit buah jeruk, nanas, dan apel yang dikombinasikan dengan gula merah dan air. 

Peserta diberikan penjelasan mengenai perbandingan bahan, cara penyimpanan, serta waktu fermentasi agar eco-enzym yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

Salah satu mahasiswa pelaksana kegiatan, Syahrah Ramadhani, Mahasiswa Fakultas Pertanian Prodi Agroteknologi Universitas Hasanuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah.

“Melalui pelatihan eco-enzym ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah kulit buah yang selama ini dibuang ternyata dapat diolah menjadi produk bermanfaat yang mendukung kebersihan lingkungan dan kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.

Masyarakat terlihat antusias mengikuti pelatihan tersebut dengan aktif bertanya serta mencoba langsung proses pembuatan eco-enzym. Banyak warga yang mengaku tertarik untuk menerapkan pembuatan eco-enzym secara mandiri di rumah sebagai upaya mengurangi sampah organik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Pangkajene mampu mengelola limbah rumah tangga secara lebih bijak serta berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui teknologi sederhana yang mudah diterapkan.

Share:
Komentar

Berita Terkini