INILAHPOS.com - Tak selalu harus berada di balik meja atau duduk dalam agenda resmi pemerintahan. Bagi Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, mendekatkan diri kepada masyarakat juga bisa dilakukan dengan cara sederhana, berjalan kaki, menyapa, dan menyalami warga dari rumah ke rumah.
Suasana itulah yang terlihat saat orang nomor satu di Kabupaten Sinjai tersebut melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Pulau Sembilan, Sabtu (31/10/2026). Tepatnya di Desa Buhung Pitue.
Setibanya di dermaga menggunakan speedboat milik Syahbandar, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Sinjai itu disambut hangat oleh jajaran pemerintah setempat bersama masyarakat yang telah menanti kedatangannya.
Namun, perhatian bukan hanya tertuju pada agenda pemerintahan yang telah menanti. Momen ketika Ratnawati memilih berjalan kaki menyusuri lorong-lorong permukiman warga justru menghadirkan suasana tersendiri.
Tanpa sekadar melintas, ia menyempatkan diri menyapa dan menyalami masyarakat yang dijumpainya. Warga yang telah menunggu pun menyambut uluran tangan sang Bupati dengan penuh keakraban.
"Apa kabarki semua," sapa Ratnawati sembari mengulurkan tangan, menyalami warga satu per satu.
Sapaan sederhana itu menjadi pembuka interaksi yang hangat antara pemimpin dan masyarakatnya. Tidak ada jarak formal dalam perjumpaan tersebut. Ratnawati hadir, menyapa, dan menyempatkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan warga.
Kunjungan ke Pulau Sembilan kali ini memang diisi sejumlah agenda penting. Mulai dari penyaluran bantuan sosial, penyerahan santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris seorang nelayan, penyaluran bantuan susu bagi anak-anak, hingga pelantikan Pengganti Antarwaktu (PAW) anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Buhung Pitue.
Rangkaian kegiatan itu memperlihatkan beragam urusan pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Ada perhatian terhadap keluarga yang kehilangan anggota keluarga, dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan pemenuhan gizi, hingga penguatan kelembagaan pemerintahan desa.
Di tengah padatnya agenda tersebut, momen berjalan kaki menyusuri lorong warga menghadirkan gambaran lain tentang kunjungan seorang kepala daerah. Bahwa kehadiran pemimpin tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan seremonial, tetapi juga dari kesediaan untuk datang, menyapa, dan membangun komunikasi dengan masyarakat.

