![]() |
| Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati memberikan keterangan pers usai menerima bantuan penanganan kasus Flu Burung. |
INILAHPOS.com - Wabah flu burung atau Avian Influenza (AI) berdampak pada kematian 4.940 ekor unggas di Kabupaten Sinjai. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai mencatat kematian tersebut tersebar di 23 desa pada tujuh kecamatan.
Kecamatan Sinjai Utara menjadi wilayah dengan jumlah kematian unggas tertinggi, yakni mencapai 4.364 ekor. Data tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah daerah memperkuat penanganan dan mencegah penyebaran penyakit yang menyerang unggas tersebut.
Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menyampaikan data itu saat menerima bantuan penanganan flu burung di Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Senin (12/10/2026).
Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian RI melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros.
Ratnawati mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan provinsi dalam membantu penanganan kasus flu burung yang berdampak pada peternak di sejumlah wilayah Sinjai.
“Alhamdulillah, pemerintah pusat dan provinsi memberikan perhatian dengan menyalurkan bantuannya ke Kabupaten Sinjai sebagai upaya menghadirkan negara ketika masyarakat, khususnya peternak ayam, terdampak kurang lebih 4.940 ekor sampai hari ini,” ujarnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, kematian unggas tersebar di tujuh kecamatan dengan rincian sebagai berikut:
1. Sinjai Utara: 4.364 ekor
2. Sinjai Timur: 250 ekor
3. Bulupoddo: 105 ekor
4. Sinjai Barat: 103 ekor
5. Sinjai Borong: 96 ekor
6.Sinjai Tengah: 30 ekor
7. Sinjai Selatan: 6 ekor
Besarnya jumlah kematian di Sinjai Utara menunjukkan bahwa wilayah tersebut mencatat kasus kematian unggas terbanyak dibandingkan enam kecamatan lainnya.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sinjai mengimbau masyarakat, terutama warga yang memelihara unggas, agar meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar.
Ratnawati juga meminta warga segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan unggas mati mendadak atau menunjukkan gejala penyakit.
“Kita mengajak semua masyarakat melakukan pembersihan di masing-masing rumah yang memiliki ternak, lalu melaporkan kalau ada kejadian di sekitarnya. Ayam yang akan divaksin juga sedang kita data,” jelasnya.
