INILAHPOS.com - Pembangunan desa yang tepat sasaran tidak lagi hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga ditentukan oleh kualitas data yang dimiliki. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai bersama Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat budaya pengelolaan data melalui Program Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).
Komitmen itu ditegaskan dalam Pertemuan Laporan Finalisasi Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bulupoddo, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Andi Himawan, yang hadir mewakili Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif.
Dalam sambutannya, Andi Himawan memberikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Sinjai yang dinilai konsisten mendampingi pemerintah desa meningkatkan kualitas tata kelola data melalui Program Desa Cantik.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sinjai, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Badan Pusat Statistik Kabupaten Sinjai atas komitmen dan kerja kerasnya dalam mendampingi desa melalui Program Desa Cinta Statistik," katanya.
Menurutnya, data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan kini menjadi kebutuhan utama dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Seluruh kebijakan pembangunan akan lebih efektif apabila disusun berdasarkan informasi yang valid.
Ia menjelaskan, Program Desa Cantik bukan hanya bertujuan meningkatkan kemampuan aparatur desa dalam mengelola data statistik, tetapi juga membangun pola pikir bahwa setiap perencanaan pembangunan harus berlandaskan data yang berkualitas.
"Melalui Program Desa Cinta Statistik, kita tidak hanya membangun kemampuan aparatur desa dalam mengelola data, tetapi juga menumbuhkan budaya kerja yang menjadikan data sebagai dasar dalam setiap proses perencanaan dan pengambilan keputusan," ujarnya.
Selama proses pembinaan, pemerintah desa mendapatkan pendampingan dalam berbagai aspek, mulai dari peningkatan kapasitas aparatur dan agen statistik, penataan tata kelola data, penyusunan metadata, pengembangan website desa, hingga penyusunan berbagai produk statistik desa.
Andi Himawan berharap seluruh hasil pembinaan tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan desa yang berkelanjutan.
"Data desa hendaknya selalu diperbarui, dimanfaatkan dalam penyusunan dokumen perencanaan, serta menjadi rujukan dalam menetapkan prioritas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah memperkuat sinergi dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia di Kabupaten Sinjai.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antarinstansi akan menghasilkan data berkualitas yang menjadi dasar lahirnya kebijakan pembangunan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan tepat sasaran.
Kegiatan ini dihadiri Kepala BPS Kabupaten Sinjai Syamsuddin, Kepala Bappeda Haerani Dahlan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Yuhadi Samad, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Hasir Ahmad, Camat Bulupoddo, Kepala Desa Tompobulu, Kepala Desa Lamatti Riattang, Kepala Desa Lappacinrana, para pembina Program Desa Cantik, serta Agen Desa Cinta Statistik.
