INILAHPOS.com - Regenerasi petani menjadi tantangan serius di tengah semakin menuanya usia petani. Kondisi tersebut mendorong Persatuan Pemuda Tegalrejo Rowosari (PEPETEROS) mengajak generasi muda kembali melihat pertanian sebagai profesi yang menjanjikan.
Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Guyub Tani yang digelar di Dusun Tegalrejo, Desa Rowosari, Kabupaten Kendal, Jumat (7/8/2026). Mengusung tema “Tanam Cerdas, Rawat Tepat, Panen Meningkat”, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemuda, petani, dan masyarakat.
Ketua Umum Duta Petani Milenial Andalan Kementerian Pertanian RI, Rayndra Syahdan Mahmudin, S.ST., M.MA., mengajak anak muda menghilangkan stigma bahwa menjadi petani adalah pekerjaan kotor, tidak keren, dan tidak menjanjikan.
“Jangan gengsi jadi petani. Bagaimana kalau tidak ada petani?” kata Rayndra.
Menurutnya, pertanian saat ini telah berkembang menjadi sektor yang membutuhkan teknologi, kreativitas, manajemen, dan kemampuan bisnis. Karena itu, generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari transformasi pertanian.
“Petani masa depan bukan hanya menanam dan memanen, tetapi juga harus mampu menjadi inovator dan pengusaha,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penyuluhan pengendalian hama dan penyakit tanaman dari Dian Sopandi, Petrokimia Kayaku Gresik. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania, S.H., mengapresiasi kegiatan PEPETEROS. Ia menilai para pemuda Tegalrejo selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan, termasuk penanaman pohon serta edukasi kepada masyarakat tentang kebersihan.
Guyub Tani ditutup dengan penjualan berhadiah yang menambah semarak kegiatan.
PEPETEROS berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum silaturahmi, tetapi menjadi bagian dari gerakan mendorong regenerasi petani, pertanian modern, dan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Dari Tegalrejo, satu pesan kembali ditegaskan: bertani bukan pekerjaan kelas bawah. Bertani adalah menjaga kehidupan dan membangun masa depan.** (Rizal Firm)
