INILAHPOS.com – Riuh semangat kemerdekaan mulai terasa di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Menongo, Senin (10/8/2026). Ratusan siswa MTs Muhammadiyah 20 Menongo dan MI Muhammadiyah 02 Menongo berkumpul dalam apel pembukaan rangkaian lomba memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang digelar di Halaman Perguruan Muhammadiyah Menongo tersebut diprakarsai Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) MTs Muhammadiyah 20 Menongo. Mengusung tema “Bersatu dalam Semangat, Berkarya untuk Indonesia”, rangkaian lomba akan berlangsung selama tiga hari, 10-12 Agustus 2026.
Tak sekadar menjadi ajang memeriahkan kemerdekaan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran karakter bagi para pelajar. Melalui kompetisi yang dikemas secara menyenangkan, siswa diajak belajar membangun kekompakan, bekerja sama, berkompetisi secara sehat, sekaligus menghargai setiap proses.
Lima lomba tradisional disiapkan dalam rangkaian kegiatan tersebut, yakni **Estafet Kardus, Estafet Tali, Estafet Sedotan, Estafet Air, dan Keprok Air**.
Meski terlihat sederhana, setiap permainan memiliki tantangan tersendiri. Para peserta dituntut mengandalkan kekompakan tim, ketelitian, kecepatan, serta kemampuan berkomunikasi agar dapat menyelesaikan tantangan hingga garis akhir.
Ketua Panitia, Ananda Keysa Naufal Zakiyuddin R., mengatakan lomba yang digelar bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi menjadi sarana bagi siswa untuk belajar tentang nilai-nilai kehidupan.
Menurutnya, setiap peserta perlu memahami bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Proses mengikuti perlombaan, bekerja sama dengan tim, menghargai lawan, hingga menerima hasil pertandingan dengan lapang dada merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.
Sementara itu, dalam amanat pembina apel, peserta diingatkan untuk memegang tiga pesan utama selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, yakni menjunjung tinggi sportivitas, menjaga akhlak mulia, serta menikmati kebersamaan lintas jenjang antara siswa MTs dan MI sebagai wujud persatuan.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perlombaan, tetapi juga melalui sikap saling menghargai, menjaga persaudaraan, dan membangun kebersamaan.
Kehadiran siswa dari dua jenjang pendidikan di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Menongo juga membuat kegiatan semakin semarak. Interaksi dan kolaborasi antara pelajar MTs dan MI menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus menumbuhkan rasa persatuan sejak dini.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap para pelajar tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang mampu berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter edukatif, inovatif, dan kreatif.
(Sami'an)
