INILAHPOS.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai kembali menargetkan predikat akreditasi paripurna. Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan survei akreditasi oleh Tim Surveior Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS-DHP), yang disambut langsung Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif, Kamis (27/8/2026).
Penyambutan berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai II RSUD Sinjai. Kehadiran tim surveior menjadi bagian dari rangkaian penilaian mutu pelayanan rumah sakit sekaligus upaya RSUD Sinjai mempertahankan predikat akreditasi paripurna yang sebelumnya berhasil diraih pada tahun 2022.
Tim Surveior LARS-DHP yang melakukan penilaian terdiri atas dr. RR. Endah Yudiantini, M.M. dan Ns. Mohammad Shodikin, M.Kep., Sp.Kep., MB., FISQua., K.M.K.
Selain Bupati Ratnawati Arif, kedua surveior turut diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai Andi Jefrianto Asapa yang juga Ketua Dewan Pengawas RSUD Sinjai, Ketua Komisi I DPRD Sinjai Sutomo, Direktur RSUD Sinjai dr. Kahar Anies, serta jajaran manajemen RSUD Sinjai.
Direktur RSUD Sinjai dr. Kahar Anies mengatakan, akreditasi terakhir dilaksanakan pada tahun 2022 dan RSUD Sinjai berhasil meraih predikat akreditasi paripurna melalui LARS-DHP.
Ia berharap, pada pelaksanaan survei tahun 2026 ini, RSUD Sinjai kembali mampu mempertahankan predikat tertinggi tersebut.
“Akreditasi terakhir kami laksanakan pada tahun 2022 dan RSUD Sinjai meraih predikat akreditasi paripurna. Semoga tahun ini kami bisa kembali meraih paripurna seperti empat tahun lalu,” ujarnya.
Menurut dr. Kahar Anies, pelaksanaan akreditasi bukan sekadar kegiatan rutin atau pemenuhan administrasi. Akreditasi merupakan bagian dari upaya memastikan rumah sakit terus memenuhi standar pelayanan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, pelaksanaan akreditasi juga merupakan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan beserta peraturan turunannya, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit.
Sementara itu, Sekda Sinjai Andi Jefrianto Asapa meminta jajaran RSUD Sinjai untuk menjadikan kehadiran tim surveior sebagai kesempatan berharga untuk belajar dan memperkuat sistem pelayanan.
Menurutnya, survei akreditasi tidak seharusnya hanya dipandang sebagai proses penilaian untuk memperoleh predikat tertentu, melainkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan dan tata kelola rumah sakit.
“Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai pada hari ini tidak hanya sedang menjalani survei akreditasi. RSUD Sinjai mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari pengalaman dan kompetensi para ahli yang memang berkecimpung dalam pembangunan mutu rumah sakit,” katanya.
Ia meminta Direktur dan seluruh jajaran RSUD Sinjai untuk tidak sekadar menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh tim surveior.
“Jangan hanya menjawab pertanyaan surveior, tetapi belajarlah dari setiap pertanyaan yang disampaikan. Jangan hanya mencatat temuan, pahami akar masalahnya,” tegasnya.
Andi Jefrianto juga mengingatkan agar setiap rekomendasi yang diberikan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.
“Jangan hanya menerima rekomendasi, terjemahkan menjadi rencana perbaikan yang nyata. Dan jangan hanya mengejar predikat, bangun sistem yang kuat agar mutu tetap berjalan bahkan ketika tidak ada surveior di RSUD Sinjai,” tambahnya.
l
Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif dalam sambutannya menegaskan bahwa akreditasi merupakan salah satu bentuk pembuktian kesungguhan pemerintah daerah dan RSUD Sinjai dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.
Menurut Bupati, akreditasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai rutinitas administratif. Lebih dari itu, proses tersebut harus menjadi cermin komitmen seluruh pihak dalam menjaga mutu pelayanan publik.
“Akreditasi bukan sekadar rutinitas administratif. Akreditasi adalah cermin kesungguhan kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ini adalah momentum pembuktian bahwa RSUD Sinjai serius, siap, dan tidak main-main dalam menjaga mutu pelayanan publik,” ujarnya.
Bupati Ratnawati juga berharap dukungan terhadap pengelolaan dan pembangunan sektor kesehatan dapat diwujudkan secara nyata, baik melalui kebijakan, dukungan anggaran, penyediaan fasilitas maupun keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Saya berharap kehadiran kita semua bukan hanya mendukung secara lisan, tetapi hadir secara nyata melalui kebijakan, anggaran, fasilitas dan fasilitasi, serta kehadiran kita bersama dalam mendukung suksesnya pengelolaan kesehatan,” katanya.
Orang nomor satu di Kabupaten Sinjai itu pun menegaskan keinginannya agar Sinjai tidak tertinggal dari daerah lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Saya tidak ingin Sinjai hanya menjadi penonton kemajuan daerah lain. Saya ingin menjadikan Sinjai contoh dalam segala sektor kesehatan. Saya ingin ketika orang bicara soal pelayanan yang bermutu, maka nama Sinjai disebut paling duluan,” sambungnya.
Diketahui, rangkaian survei akreditasi RSUD Sinjai telah dimulai secara daring sejak Senin (24/8/2026). Selanjutnya, survei dilaksanakan secara luring selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 27–28 Agustus 2026.
Melalui pelaksanaan survei akreditasi ini, RSUD Sinjai berharap dapat kembali mempertahankan predikat akreditasi paripurna, sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang aman, profesional, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien.
