![]() |
| Bupati Ratnawati Arif bersama rombongan BI Sulsel saat di Kawasan Madaya |
INILAHPOS.com - Potensi pariwisata dan komoditas kopi di Kecamatan Sinjai Barat mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sinjai.
Usai mengikuti agenda High Level Meeting, pada Rabu, (19/8/2026) kemarin, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif mengajak pimpinan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan melihat langsung potensi wisata dan ekonomi lokal yang dimiliki wilayah tersebut.
Dalam kunjungan itu, Bupati Ratnawati bersama jajaran BI Sulsel menyambangi dua destinasi wisata di Kecamatan Sinjai Barat, yakni Kampung Galung di Desa Barania dan Kawasan Madaya di Desa Arabika, Kamis, (20/8/2026).
Kampung Galung menyuguhkan panorama hamparan persawahan yang membentang luas, sementara Kampung Madaya dikenal memiliki potensi komoditas kopi yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat setempat.
Kunjungan tersebut bukan sekadar menikmati keindahan alam. Pemkab Sinjai juga ingin menunjukkan secara langsung kepada BI bahwa Sinjai memiliki potensi wisata desa dan produk lokal yang masih terbuka luas untuk dikembangkan melalui kolaborasi.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Bayu Martanto, mengaku terkesan melihat potensi yang dimiliki Sinjai Barat.
Menurutnya, hamparan persawahan dan potensi kopi di wilayah tersebut memiliki daya tarik yang dapat dikembangkan lebih jauh, baik dari sisi pariwisata maupun sebagai produk unggulan daerah.
“Tadi kunjungannya dalam rangka meninjau potensi desa wisata alam berupa hamparan sawah dan juga potensi kopi yang ada di sini. Saya pikir memang cukup bagus. Nanti kita lihat apa yang bisa dikerjasamakan antara Pemerintah Kabupaten Sinjai dan Bank Indonesia,” ujar Bayu.
Ia mengatakan, kolaborasi antara BI dan Pemkab Sinjai sebenarnya telah berjalan cukup lama, salah satunya melalui dukungan terhadap pengembangan Hutan Mangrove Tongke-Tongke.
“Kalau kerja samanya sudah berjalan cukup lama, terkait Hutan Mangrove. Dulu ada bantuan Bank Indonesia di sana. Ke depan juga kita lihat apakah ada program-program seperti itu yang bisa dikerjasamakan lagi,” jelasnya.
Bayu juga mengapresiasi kesempatan untuk melihat langsung potensi Sinjai Barat bersama Bupati Sinjai. Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai potensi yang dapat dikembangkan.
“Suatu penghormatan buat kami bisa diajak langsung oleh Ibu Bupati. Setelah rapat High Level Meeting, kami bisa melihat langsung kedua tempat tadi. Hamparan sawahnya sangat menarik, begitu juga potensi kopi di sini,” katanya.
Ia menilai kopi Sinjai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu produk lokal unggulan yang memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.
“Ke depan, mungkin ini bisa menjadi produk lokal Sinjai yang bisa lebih maju lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif berharap kunjungan tersebut menjadi awal dari penguatan kolaborasi antara Pemkab Sinjai dan Bank Indonesia, khususnya dalam mengembangkan sektor pariwisata, ekonomi lokal dan produk unggulan daerah.
Ratnawati berharap kerja sama yang telah terjalin selama ini dapat terus diperluas sehingga potensi yang dimiliki setiap wilayah di Sinjai mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan H. Andi Mandasini Saleh, Kepala Bapenda H. Andi Adeha Syamsuri, Kepala BKAD H. Asdar Amal Darmawan serta Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Hasir Ahmad.
