Tak Lagi Fokus Infrastruktur, Desa-Desa di Sinjai Tengah Kini Genjot Pendapatan Asli Desa

Share:
Tak Lagi Fokus Infrastruktur, Desa-Desa di Sinjai Tengah Kini Genjot Pendapatan Asli Desa
Camat Sinjai Tengah, Andi Syahrul Paesa. (dok/istimewa)

INILAHPOS.com - Arah pembangunan desa di Kecamatan Sinjai Tengah mulai menunjukkan perubahan. Tidak lagi semata berfokus pada pembangunan infrastruktur, sejumlah desa kini mengarahkan perencanaan pembangunan untuk memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes) sebagai langkah menuju kemandirian ekonomi.

Perubahan orientasi tersebut mengemuka setelah seluruh desa di Kecamatan Sinjai Tengah berhasil merampungkan pembentukan Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Tahapan ini menjadi langkah awal dalam penyusunan program dan kegiatan pembangunan desa untuk tahun anggaran mendatang.

Camat Sinjai Tengah, Andi Syahrul Paesa, mengapresiasi seluruh pemerintah desa yang telah menyelesaikan pembentukan Tim RKPDes sesuai jadwal. Menurutnya, ketepatan waktu tersebut mencerminkan komitmen pemerintah desa dalam menjalankan tahapan perencanaan pembangunan secara tertib dan sesuai ketentuan.

"Alhamdulillah, pembentukan Tim RKPDes di 10 desa di Kecamatan Sinjai Tengah telah rampung sesuai jadwal. Saya mengapresiasi seluruh kepala desa beserta jajarannya atas komitmen dan kedisiplinannya dalam menyelesaikan tahapan ini tepat waktu. Hal ini menjadi modal penting agar proses penyusunan RKPDes dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan perencanaan pembangunan yang berkualitas," ujar Andi Syahrul Paesa kepada media, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, dalam proses penyusunan rencana pembangunan tahun mendatang, terdapat perubahan kebijakan di sejumlah desa. Jika sebelumnya anggaran lebih banyak diarahkan untuk pembangunan fisik, kini beberapa desa memilih mengalokasikan anggaran guna memperkuat PADes melalui pengembangan potensi yang dimiliki.

"Kami melihat ada desa yang tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur karena kebutuhannya dinilai telah memadai. Sebagai gantinya, anggaran diarahkan pada penguatan PADes melalui pengembangan potensi desa. Ini merupakan langkah yang baik untuk menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan dan mendukung kemandirian desa ke depan," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Andi Allu itu berharap seluruh pemerintah desa dapat menyusun RKPDes secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan. Menurutnya, program pembangunan harus disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat.

"Perencanaan yang baik akan menjadi fondasi bagi pembangunan desa yang efektif, tepat sasaran, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi kunci agar setiap program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan," pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini