INILAHPOS.com - Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMATIKA) Universitas Muhammadiyah Bone sukses menyelenggarakan Kuliah Tamu Nasional dan Pemutaran Film Dokumenter bertema "Sinergi Budaya dan Etnomatematika dalam Membangun Pembelajaran Matematika yang Inovatif dan Bermakna", Sabtu, (4/7/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium UM Bone ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi pendidikan, budayawan, dan tokoh agama dalam mengangkat budaya lokal sebagai sumber pembelajaran yang inovatif dan kontekstual.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, kemudian dilanjutkan dengan keynote speech oleh Bungatang, S.S., M.Hum., dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar (UNM). Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pelestarian budaya Bugis sebagai identitas bangsa sekaligus sumber pengetahuan yang dapat diintegrasikan dalam dunia pendidikan.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter "Filosofi Perempuan Bugis dalam Ritual Makatte", yang mengangkat makna, nilai, dan filosofi dari salah satu tradisi masyarakat Bugis. Film tersebut memberikan gambaran bahwa budaya lokal tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga dapat dikaji secara ilmiah sebagai sumber belajar lintas disiplin ilmu. Setelah pemutaran film, peserta memperoleh pengantar dari sutradara Fitriansal, S.Pd., M.Pd., yang menjelaskan proses kreatif, tujuan, serta pesan yang ingin disampaikan melalui dokumenter tersebut.
Pada sesi Kuliah Tamu Nasional, peserta mendapatkan perspektif dari berbagai narasumber. Yulistia Rabiullrizani, S.Pd., M.Pd., sebagai praktisi pendidikan, membahas strategi menghadirkan pembelajaran matematika yang inovatif dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Sirwanti, S.Pd., M.Pd., Ketua Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Bone, memaparkan konsep etnomatematika, yaitu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal ke dalam proses pembelajaran matematika sehingga materi menjadi lebih kontekstual, inovatif dan bermakna.
Dari perspektif budaya, Bungatang, S.S., M.Hum. menguraikan nilai-nilai budaya Bugis yang dapat dijadikan sumber pembelajaran.Fatma Utami Jauharah, S.Th.I., Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kabupaten Bone, menjelaskan bagaimana tradisi lokal seperti Makatte dapat dipahami secara bijaksana dalam perspektif Islam, sehingga pelestarian budaya tetap berjalan selaras dengan nilai-nilai keagamaan.
Turut hadir memberikan sambutan, Dr. Andi Suwarni, S.Pd., M.Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Bone. Beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta berharap mahasiswa terus mengembangkan inovasi pembelajaran yang berpijak pada kearifan lokal sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan.
Diskusi yang berlangsung setelah pemaparan materi berjalan aktif dan interaktif. Peserta dari berbagai perguruan tinggi dan kalangan pendidik berdialog mengenai implementasi etnomatematika, pelestarian budaya Bugis, hingga relevansi tradisi lokal dalam membangun pembelajaran matematika yang inovatif.
Sebagai bentuk penguatan kerja sama antarlembaga, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama baik dalam bentuk (MoA) maupun Implementation of Agreement (IA) antara pihak-pihak yang terlibat sebagai komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelestarian budaya lokal. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan piagam pengharagaan kepada para narasumber serta sesi dokumentasi bersama.
Melalui kegiatan ini, HIMATIKA Universitas Muhammadiyah Bone menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang akademik yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, budaya, dan nilai-nilai keislaman. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam melahirkan calon pendidik yang mampu mengembangkan pembelajaran matematika yang inovatif, bermakna, dan berakar pada kearifan lokal.
(Ril)
