![]() |
| Kondisi jalan Jenderal Sudirman pagi tadi |
INILAHPOS.com - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Sinjai sejak Sabtu malam (18/7/2026) hingga Minggu pagi (19/7/2026) memicu banjir di sejumlah wilayah dalam Kota Sinjai. Luapan Sungai Tangka dan anak Sungai Bontompare mengakibatkan ratusan rumah, perkantoran, sekolah, rumah ibadah, hingga fasilitas olahraga terendam.
Berdasarkan laporan Pos Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi BPBD Sinjai, banjir mulai terjadi sekitar pukul 03.00 Wita dan melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Sinjai Utara, khususnya Kelurahan Balangnipa, Biringere, dan Bongki.
Ketinggian air dilaporkan bervariasi, mulai dari sekitar 40 sentimeter hingga mencapai 1 meter di beberapa titik.
Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah kompleks perumahan, di antaranya BTN Tangka Mas, Perumahan Dokter, Perumahan Pengadilan Negeri, Perumahan Kejaksaan, serta Perumahan Telkom.
Sejumlah fasilitas publik turut terdampak. Gedung RSUD Sinjai, Kodim 1424 Sinjai, Kantor BPBD Sinjai, Bapenda, Disperindag, Balitbangda, Posko Damkar, BKPSDMA, Kantor Pertanahan, Kantor Ketahanan Pangan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, DP3AP2KB hingga Rumah Jabatan Bupati Sinjai ikut terendam banjir.
Tak hanya itu, Stadion H. Andi Bintang beserta sejumlah fasilitas olahraga lainnya juga digenangi air.
Sektor pendidikan juga terdampak. Beberapa sekolah yang terendam banjir di antaranya SMA Negeri 5 Sinjai, SDLB Sinjai, SD Negeri 103, dan SD Negeri 125. Selain itu, tiga masjid serta sejumlah kios dan toko milik warga turut terendam.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem tersebut, dua pohon trembesi dilaporkan tumbang dan menimpa kawasan Perumahan Pengadilan Negeri Sinjai.
Meski dampak material cukup besar, BPBD memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Sementara itu, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.
Sebagai langkah penanganan, BPBD Sinjai telah melaporkan kejadian tersebut kepada BNPB dan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, melakukan pemantauan di lokasi terdampak, serta berkoordinasi dengan Polres Sinjai, Kodim 1424 Sinjai, pemerintah desa dan kelurahan, serta instansi terkait.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Sumber: BPBD Sinjai
