Terima 93 Mahasiswa KKN Unhas, Pemkab Sinjai Harap Jadi Penggerak Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Share:
Terima 93 Mahasiswa KKN Unhas, Pemkab Sinjai Harap Jadi Penggerak Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

INILAHPOS.com - Pemerintah Kabupaten Sinjai kembali membuka pintu bagi mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar untuk mengabdi di tengah masyarakat. Sebanyak 93 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 resmi diterima untuk melaksanakan pengabdian di 15 desa yang tersebar di lima kecamatan.

Prosesi penerimaan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Selasa (30/6/2026), dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Burhanuddin, yang hadir mewakili Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif.

Dalam sambutannya, Burhanuddin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan Universitas Hasanuddin yang kembali menjadikan Kabupaten Sinjai sebagai lokasi pelaksanaan KKN.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat melalui ide, inovasi, dan penerapan ilmu pengetahuan di lapangan.

"Program KKN adalah bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kami berharap adik-adik dapat berbaur dengan masyarakat, memahami persoalan di desa, lalu menghadirkan solusi yang bermanfaat sesuai bidang keilmuan masing-masing," ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini Pemkab Sinjai terus menggenjot pembangunan di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, hingga penguatan kehidupan keagamaan. Karena itu, kontribusi mahasiswa diharapkan mampu mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat desa.

Sementara itu, Koordinator DPK KKN Unhas Gelombang 116, Fakhlur Indra Hermansyah, menjelaskan bahwa 93 mahasiswa akan menjalankan KKN selama lebih dari satu bulan di Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai Borong, Bulupoddo, Sinjai Tengah, dan Tellulimpoe.

Mereka akan ditempatkan di Desa Panaikang, Pasimarannu, Pattalassang, Sanjai, Tongke-Tongke, Batu Belerang, Bonto Sinala, Bonto Tengnga, Lamatti Riaja, Lamatti Riattang, Lamatti Riawang, Saotangnga, Era Baru, Massaile, dan Sukamaju.

Fakhlur menuturkan, mahasiswa KKN Gelombang 116 berasal dari berbagai fakultas dan disiplin ilmu. Keragaman tersebut menjadi modal besar dalam membangun desa dari berbagai aspek.

"Pembangunan desa membutuhkan kolaborasi lintas disiplin. Ada aspek sosial yang harus diperkuat, ekonomi yang perlu dikembangkan, kelembagaan yang harus dibangun, hingga pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk menggali potensi desa. Kami berharap seluruh mahasiswa mampu bekerja sama dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat," katanya.

Share:
Komentar

Berita Terkini