INILAHPOS.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar terus mencari solusi nyata untuk membantu petani mengembangkan usaha pertanian, khususnya budidaya jagung yang dinilai memiliki potensi besar meningkatkan perekonomian masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan yakni menjalin kerja sama dengan Bank Sulselbar Cabang Selayar guna memfasilitasi pembiayaan petani melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Melalui skema tersebut, para petani diharapkan lebih mudah memperoleh modal untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar pertanian, mulai dari pembangunan pagar lahan, pembelian pestisida, hingga biaya perawatan tanaman.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Selayar, Al Amin, SP., mengatakan bahwa program ini hadir sebagai jawaban atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi petani di lapangan.
“Banyak petani sebenarnya memiliki lahan yang potensial, tetapi terkendala modal awal, terutama untuk pagar lahan agar tanaman tidak dirusak hewan ternak liar. Karena itu pemerintah hadir memfasilitasi akses pembiayaan yang lebih mudah melalui kerja sama dengan Bank Sulselbar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Dinas Pertanian nantinya akan melakukan verifikasi serta memberikan rekomendasi bagi kelompok tani maupun masyarakat yang dinilai layak menerima pembiayaan KUR tersebut.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Selayar, Muh. Nasrum menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di Selayar melalui penyaluran pembiayaan yang tepat sasaran.
“Bank Sulselbar siap membantu kebutuhan petani, termasuk pembiayaan pagar lahan dan kebutuhan pertanian lainnya. Setelah ada rekomendasi dari Dinas Pertanian, pembiayaan akan langsung disalurkan dalam bentuk material agar benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan pertanian,” jelasnya.
Tak hanya menyiapkan akses pembiayaan, Pemerintah Kabupaten Selayar juga akan membantu petani melalui penyediaan bibit jagung serta pendampingan teknis selama masa budidaya.
“Petani tidak hanya dibantu bibit dan pembiayaan, tetapi juga akan didampingi mulai dari proses penanaman, perawatan hingga panen agar hasil produksinya lebih maksimal,” tambah Al Amin.
Program ini dinilai cukup menjanjikan. Berdasarkan estimasi Dinas Pertanian, satu hektare lahan jagung mampu menghasilkan sekitar 10 ton jagung dalam satu kali panen. Dengan asumsi harga jual Rp5.400 per kilogram, potensi pendapatan kotor petani bisa mencapai sekitar Rp54 juta dalam waktu sekitar tiga bulan masa tanam.
Meski biaya awal seperti pembangunan pagar lahan diperkirakan mencapai Rp7 juta hingga Rp12 juta per hektare, ditambah kebutuhan pupuk dan perawatan lainnya, petani tetap memiliki peluang keuntungan yang cukup besar.
Karena itu, pemerintah berharap program kolaborasi ini mampu meningkatkan semangat masyarakat untuk mengembangkan pertanian jagung secara berkelanjutan sekaligus mendorong kesejahteraan petani di Kepulauan Selayar.
