INILAHPOS.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa melontarkan penegasan keras dalam rapat monitoring dan evaluasi capaian Outbreak Response Immunization (ORI) Campak, Senin (6/4/2026).
Rapat yang digelar secara daring itu diikuti lintas sektor, mulai dari OPD terkait, camat se-Kabupaten Sinjai, hingga jajaran tenaga kesehatan. Namun di balik forum tersebut, Sekda menyoroti capaian imunisasi yang masih jauh dari target.
Hingga 4 April 2026, cakupan ORI campak baru mencapai 67 persen, sementara target yang harus dicapai sebesar 95 persen. Di sisi lain, jumlah kasus justru mengalami peningkatan signifikan, dari 58 kasus menjadi 76 kasus.
Melihat kondisi itu, Sekda Andi Jefrianto langsung menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak cepat tanpa kompromi.
"Saya tegaskan, wilayah dengan cakupan rendah harus langsung dilakukan sweeping maksimal 1x24 jam. Tidak boleh ada yang pasif, semua harus bergerak," tegasnya.
Ia juga memberi perhatian khusus pada desa dan kelurahan yang cakupan imunisasinya masih di bawah 50 persen, bahkan yang belum mencapai 70 persen pun diminta segera digenjot.
Tak hanya itu, Sekda juga mengingatkan keras agar tidak ada manipulasi data dalam pelaporan capaian di lapangan.
"Jangan sampai ada data manipulatif. Semua harus valid sesuai kondisi di lapangan. Indikator kita jelas, yaitu cakupan harian," tambahnya.
Dalam arahannya, Sekda meminta para camat untuk turun langsung memimpin pergerakan di wilayah masing-masing, menggerakkan desa dan kelurahan, serta melakukan evaluasi secara berkala.
Peran kepala puskesmas juga ditekankan untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, guna memastikan pelaksanaan imunisasi berjalan optimal tanpa penolakan dari masyarakat.
Diketahui, program ORI campak di Kabupaten Sinjai menargetkan 9.252 anak usia 9 hingga 59 bulan, dan akan berlangsung hingga 14 April 2026.
