Imunisasi Campak Sinjai Tembus Target, Kasus Justru Bertambah, Ini Penjelasannya

Share:
Imunisasi Campak Sinjai Tembus Target, Kasus Justru Bertambah, Ini Penjelasannya
Andi Jefrianto Asapa. (dok/inilahpos)

INILAHPOS.com - Pemerintah Kabupaten Sinjai mencatat capaian menggembirakan dalam program imunisasi campak. Hingga awal 9 April 2026, cakupan imunisasi dilaporkan telah menembus target, bahkan mencapai angka 100 persen dari sasaran.

Namun di balik capaian tersebut, muncul fakta yang cukup mengejutkan. Jumlah kasus campak di Sinjai justru mengalami peningkatan, dari 76 menjadi 81 kasus.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, menjelaskan bahwa kenaikan ini bukan karena kegagalan imunisasi, melainkan hasil dari intensifnya pelacakan kasus di lapangan.

“Penambahan kasus ini karena sistem surveilans kita berjalan aktif. Jika ditemukan satu kasus, maka langsung dilakukan penelusuran ke seluruh anggota keluarga untuk mencegah penularan lebih luas,” ujarnya usai memimpin rapat monitoring dan evaluasi capaian Outbreak Response Immunization Campak secara daring, Kamis (9/4/2026).

Sekda Sinjai ini menegaskan, capaian imunisasi secara keseluruhan sebenarnya telah melampaui target awal sebesar 95 persen. Meski demikian, masih terdapat beberapa wilayah kerja puskesmas di tingkat desa yang belum mencapai target maksimal.

Kondisi ini disebabkan oleh ketidaksesuaian jadwal pelaksanaan vaksinasi, sehingga belum seluruh wilayah terjangkau secara merata. Namun, pihak puskesmas terkait telah berkomitmen untuk mengejar ketertinggalan tersebut dalam waktu dekat.

Pemerintah daerah pun terus mendorong percepatan imunisasi hingga batas waktu yang ditetapkan, yakni 14 April 2026.

Andi Jefrianto menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari capaian angka imunisasi, tetapi juga dari kemampuan mendeteksi dan mengendalikan penyebaran penyakit secara cepat dan tepat agar Kabupaten Sinjai keluar dari status kejadian luar biasa (KLB).


Share:
Komentar

Berita Terkini