INILAHPOS.com - Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah membawa kabar bahagia bagi puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sinjai.
Sebanyak 80 warga binaan menerima Remisi Khusus (RK) Idul Fitri sebagai bentuk penghargaan atas perilaku baik dan partisipasi aktif dalam program pembinaan, Sabtu (21/3/2026).
Penyerahan remisi ini menjadi simbol perhatian negara terhadap proses pembinaan di dalam rutan, sekaligus dorongan moral bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri.
Saat ini, Rutan Sinjai yang memiliki kapasitas hunian 138 orang dihuni oleh 193 warga binaan, terdiri dari 126 narapidana dan 67 tahanan. Dari jumlah tersebut, 80 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk memperoleh remisi, dengan besaran pengurangan masa pidana mulai dari 15 hari hingga 1 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Rutan Sinjai, Darman Syah, saat membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Adrianto, menegaskan bahwa remisi merupakan bentuk apresiasi negara kepada narapidana yang menunjukkan perubahan positif selama menjalani masa pidana.
“Remisi ini adalah wujud penghargaan bagi warga binaan yang terus berupaya berbuat baik. Kami berharap ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kedisiplinan, menaati aturan, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” ujar Darman Syah.
Ia juga mendorong para warga binaan untuk terus mengembangkan keterampilan dan menghasilkan karya yang bermanfaat sebagai bekal setelah bebas nanti.
“Bekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan agar dapat berintegrasi kembali dengan masyarakat secara baik dan produktif,” tambahnya.
Salah satu warga binaan penerima remisi mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. Ia menyebut remisi di momen Idul Fitri ini menjadi penyemangat baru untuk menjalani pembinaan dengan lebih sungguh-sungguh.
“Kami sangat bersyukur. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Pemberian remisi ini diharapkan tidak hanya menjadi hadiah di hari kemenangan, tetapi juga menjadi titik awal bagi warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik, dengan semangat baru dan tekad yang lebih kuat.
