INILAHPOS.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik, MARS, menegaskan komitmennya dalam menjamin keamanan pangan selama bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M.
Melalui kegiatan pembinaan dan pengawasan takjil yang digelar Rabu (25/2/2026), Dinas Kesehatan turun langsung ke sejumlah titik penjualan untuk memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak.
Pengawasan dilakukan di Pasar Sentral Sinjai, lapak takjil Pasar Sinjai dan kawasan depan Masjid Agung, serta lapak takjil di Lappa. Menurut dr. Emmy, langkah ini merupakan upaya preventif untuk mencegah potensi keracunan pangan sekaligus memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
“Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan keamanan pangan takjil yang dikonsumsi masyarakat, sekaligus memberikan pembinaan kepada pedagang agar menerapkan prinsip higiene dan sanitasi pangan,” ujar dr. Emmy.
Ia menjelaskan, pola pengawasan tahun ini berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya lebih fokus pada pengambilan sampel, kini pengawasan diawali dengan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) secara menyeluruh, termasuk mengecek kebersihan lokasi, proses pengolahan, hingga cara penyajian makanan.
Untuk mendukung kegiatan ini, Dinas Kesehatan menurunkan tiga tim yang terdiri dari tenaga kefarmasian, sanitarian, tenaga Promosi Kesehatan, pengawas farmasi dan makanan, serta petugas Laboratorium Kesehatan Daerah. Selain inspeksi, para pedagang juga diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan, penggunaan bahan tambahan pangan yang aman, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Pengambilan sampel takjil dilakukan secara selektif, khususnya pada makanan yang berisiko tinggi tercemar atau dicurigai menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya. Sampel tersebut kemudian diuji secara bakteriologi maupun kimia berdasarkan analisis risiko di lapangan.
Melalui langkah ini, dr. Emmy berharap kesadaran pedagang dan masyarakat terhadap keamanan pangan semakin meningkat, sehingga takjil yang beredar selama Ramadan benar-benar aman, sehat, dan layak konsumsi.
