INILAHPOS.com - Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal rapat dan perencanaan pembangunan, tetapi juga tentang kehadiran di saat duka.
Kamis pagi (5/2/2026), sebelum menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Kecamatan Bulupoddo, Ratnawati menyempatkan diri menyambangi rumah duka almarhum Muh. Aidil Takbir (20), seorang nelayan yang hanyut di laut.
Tanpa pengawalan ketat dan protokoler berlebihan, Bupati perempuan pertama di Bumi Panrita Kitta itu datang ke kediaman keluarga korban di Jalan Cakalang, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara. Kehadirannya membawa pesan empati dan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Suasana haru menyelimuti rumah sederhana itu. Ratnawati duduk bersama keluarga korban, menyampaikan belasungkawa secara langsung, serta memberikan dukungan moril agar keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah yang tak pernah diharapkan siapa pun.
“Kami datang untuk membersamai keluarga. Musibah seperti ini tidak boleh dilewati sendirian. Tidak boleh ada yang merasa dilupakan,” ujar Ratnawati disela-sela Musrenbang RKPD di Kecamatan Bulupoddo.
Ia mengungkapkan, kunjungan tersebut dilakukan pada pagi hari, bahkan sebelum dirinya bertolak ke lokasi Musrenbang.
“Tadi jam 7 pagi sudah berangkat ke rumah korban yang hanyut. Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama, bukan hanya sebagai pemerintah, tapi sebagai sesama manusia,” tambahnya.
Bagi Ratnawati, kehadiran pemimpin di tengah masyarakat, terutama saat duka, adalah bentuk kepedulian nyata yang tak bisa diwakilkan. Di sela agenda strategis pembangunan daerah, ia memastikan bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi prioritas.
Kunjungan singkat namun penuh makna itu menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya tentang angka dan program, tetapi juga tentang rasa empati dan keberpihakan pada rakyat, terutama mereka yang sedang menghadapi cobaan berat.
