INILAHPOS.com - Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif menegaskan bahwa Jembatan Sungai Balampangi di Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe, (poros Sinjai-Kajang Bulukumba) bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol harapan, pemerataan pembangunan, dan kebangkitan ekonomi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Ratnawati saat mendampingi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam peresmian jembatan penghubung Kabupaten Sinjai dan Bulukumba tersebut, Sabtu (31/1/2026).
Menurutnya, peresmian Jembatan Balampangi memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat, mengingat pembangunan jembatan ini sempat terhenti selama beberapa tahun dan baru bisa diselesaikan berkat komitmen kuat Pemerintah Provinsi Sulsel.
“Jembatan ini bukan hanya tumpukan beton dan besi. Ia adalah penyambung asa masyarakat yang sempat terpisah selama empat tahun. Kehadirannya akan menjadi roh ekonomi baru dan memperkuat daya saing Kabupaten Sinjai ke depan,” ungkap Ratnawati dengan penuh haru.
Bupati perempuan pertama di Sinjai itu juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang tulus kepada Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang telah memberi perhatian besar terhadap wilayah perbatasan, khususnya dengan menuntaskan pembangunan jembatan yang menjadi akses vital masyarakat.
“Bagi kami, ini bukan sekadar seremoni. Kehadiran langsung Pak Gubernur adalah bukti nyata bahwa perhatian pemerintah provinsi benar-benar menyentuh masyarakat di pelosok,” ujarnya.
Ratnawati menegaskan, Jembatan Sungai Balampangi adalah milik bersama yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian, perikanan, serta mobilitas warga antar kabupaten.
“Jembatan yang kita resmikan hari ini adalah milik kita semua dan untuk kita semua. Terima kasih kepada Pak Gubernur atas komitmen dan kerja kerasnya dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Sebagai informasi, pembangunan Jembatan Sungai Balampangi sempat dimulai pada tahun 2022 dengan anggaran Rp2,3 miliar, namun terhenti dengan progres hanya sekitar 18 persen. Proyek tersebut kemudian dilanjutkan kembali pada tahun 2025 dengan tambahan anggaran Rp3,4 miliar hingga akhirnya rampung dan siap dimanfaatkan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan bahwa jembatan Balampangi dibangun untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan akses yang aman dan layak. Ia mengenang kondisi sebelumnya, di mana warga harus menggunakan jembatan darurat untuk menyeberangi sungai.
“Alhamdulillah, hari ini kita berada di Desa Bua, menyaksikan jembatan yang luar biasa ini akhirnya bisa dimanfaatkan. Setelah sekian lama masyarakat menggunakan kayu dan kelapa, kini hadir jembatan permanen yang lebih aman dan kokoh,” ujarnya.
Peresmian jembatan ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, didampingi Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif dan Bupati Bulukumba A. Muchtar Ali Yusuf, serta disaksikan unsur Forkopimda, DPRD Provinsi Sulsel, DPRD kabupaten, dan masyarakat setempat.
