Adu Inovasi Bisnis AI dan Diskusi Strategis Jadi Sorotan Puncak BIC 2025 di Makassar

Share:
Adu Inovasi Bisnis AI dan Diskusi Strategis Jadi Sorotan Puncak BIC 2025 di Makassar

INILAHPOS.com - Telkom Regional 5 menyelenggarakan Final Day Business Idea Competition (BIC) 2025 pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Hall Lobby Lantai 1 Kantor Telkom Regional 5.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini menjadi puncak rangkaian kompetisi ide bisnis berbasis teknologi dan Artificial Intelligence (AI) yang diinisiasi oleh Indibiz Kawasan Timur Indonesia (KTI).

BIC 2025 by Indibiz Kawasan Timur Indonesia menjadi wadah strategis untuk mendorong kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, dan pelaku usaha dalam pengembangan pendidikan tinggi serta penguatan ekosistem kewirausahaan digital di Kawasan Timur Indonesia. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX Dr. Andi Lukman, M.Si.; EVP Telkom Regional 5 Amin Soebagyo; Manajer Inkubator UMKM Kota Makassar Khairul Umam, S.T., M.T.; Founder Rappo Indonesia Akmal Idrus; para senior leader Telkom Regional 5; akademisi; serta seluruh peserta Business Idea Competition 2025.

Dalam sambutannya, EVP Telkom Regional 5 Amin Soebagyo menegaskan bahwa Business Idea Competition bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wujud nyata peran Telkom dalam menumbuhkan talenta digital Indonesia. 

Ia menyampaikan bahwa infrastruktur dan jaringan tidak akan berarti tanpa kemanfaatan, serta menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan operator untuk kemajuan bangsa.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Dr. Andi Lukman menyambut baik kolaborasi yang terbangun melalui BIC 2025 dan menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi perlu merespons kebutuhan industri dan nasional dengan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan dunia usaha dan industri.

Rangkaian Final Day BIC 2025 juga diisi dengan sesi panel discussion yang dipandu oleh Khairul Umam, S.T., M.T. Diskusi ini menghadirkan perspektif dari industri, dunia usaha, dan regulator mengenai pemanfaatan AI dalam bisnis dan pendidikan. 

Akmal Idrus, Founder Rappo Indonesia, memaparkan bagaimana AI membantu meningkatkan efisiensi operasional startup sosial yang berfokus pada daur ulang sampah plastik, sekaligus tantangan adaptasi sumber daya manusia dalam penerapannya. 

Sementara itu, Amin Soebagyo menjelaskan peran Telkom dalam mengembangkan ekosistem AI melalui berbagai inisiatif dan layanan digital untuk mendukung operasional pelanggan.

Dr. Andi Lukman menekankan pentingnya literasi dan etika dalam pemanfaatan AI di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, dosen memiliki peran strategis dalam membimbing mahasiswa agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab, seiring pesatnya perkembangan AI.

Diskusi juga membahas kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan peran manusia. Para narasumber sepakat bahwa AI merupakan alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi, terutama pada pekerjaan yang bersifat repetitif, namun tidak dapat menggantikan kreativitas, nilai kemanusiaan, dan kebijaksanaan manusia.

Sebagai puncak acara, sesi Final Pitching mempertemukan 10 tim finalis terpilih dari berbagai perguruan tinggi di Kawasan Timur Indonesia, di antaranya Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Universitas Islam Makassar, Universitas Pattimura, Universitas Halu Oleo, dan Universitas Sam Ratulangi. 

Para finalis mempresentasikan ide bisnis inovatif berbasis AI yang dinilai oleh dewan juri profesional dari kalangan praktisi bisnis dan komunitas teknologi. 

Melalui proses penilaian yang ketat, Tim CTRL ALT Elite dari Universitas Hasanuddin berhasil meraih Juara 1 BIC 2025 dengan inovasi Hydro Transform, solusi desalinasi dan filtrasi air berbasis AI dan Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan energi surya untuk membantu mengatasi krisis air bersih di wilayah pesisir Indonesia Timur. 

Inovasi ini dinilai mampu menghadirkan solusi yang relevan, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Business Idea Competition 2025, Telkom Regional 5 menegaskan komitmennya untuk terus mendorong generasi muda, perguruan tinggi, dan pelaku usaha agar berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi AI, guna menciptakan solusi bisnis berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat ekosistem digital di Kawasan Timur Indonesia.


Share:
Komentar

Berita Terkini