Ratnawati Arif dan Asa di Balik Deru Mesin Pertanian, Harapan Baru dari Sinjai untuk Petani

Share:
Ratnawati Arif dan Asa di Balik Deru Mesin Pertanian, Harapan Baru dari Sinjai untuk Petani


INILAHPOS.com - Halaman Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sinjai pada Rabu, 23 Juli 2025 siang, bukan hari biasa bagi sejumlah petani di Sinjai. Mereka datang bukan hanya membawa harapan, tetapi juga pulang membawa alat-alat yang bisa mengubah masa depan pertanian mereka.


Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, kembali menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani dari berbagai kecamatan. Suasana penuh syukur menyelimuti acara yang juga dihadiri oleh Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Achmad Fauzan Guntur itu.


Ada empat unit cultivator yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) Tahun 2025. Masing-masing diserahkan kepada Kelompok Tani Balang I Desa Barambang, Kelompok Tani Bonto Desa Batu Belerang, Kelompok Tani Balla Pale Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong, serta Kelompok Tani Jampu Nonoa Desa Barania, Sinjai Barat.


Sementara itu, dua unit traktor roda crawler dari APBN 2025 juga diserahkan kepada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sinjai Selatan dan Sinjai Timur.


Bupati Sinjai Ratnawati menekankan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Sinjai.


"Harapan kami, alat ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, dirawat dengan penuh tanggung jawab. Bukan milik pribadi, tapi milik kelompok. Karena hanya dengan semangat kolektif, pertanian kita bisa maju dan berdaya saing," pesan Ratnawati.


Tak sekadar menyerahkan, Ratnawati juga mengajak para petani untuk membangun sistem kerja kelompok yang adil, saling mendukung dan menjauhkan rasa “kepemilikan pribadi” atas fasilitas yang sejatinya milik bersama.


Di tengah tantangan modernisasi dan perubahan iklim, pertanian di Sinjai perlahan bergerak menuju arah yang lebih adaptif dan produktif. Deru mesin cultivator dan traktor ini bukan sekadar suara logam dan besi, melainkan gema dari sebuah harapan, bahwa petani tak boleh lagi ditinggalkan dalam kesunyian ladang yang berat.


Ratnawati menegaskan bahwa program serupa akan terus didorong ke depan. "Kita berharap, bantuan seperti ini akan terus berlanjut di masa yang akan datang. Karena pertanian adalah nadi kehidupan dan masa depan Sinjai," tutupnya.


Para petani pulang dengan lebih dari sekadar alat. Mereka membawa semangat baru, tekad baru, dan keyakinan bahwa tangan mereka yang menanam dan membajak, kini didukung penuh oleh pemerintah yang hadir dan peduli.


Share:
Komentar

Berita Terkini