INILAHPOS.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai melalui UPTD Puskesmas Samataring Kecamatan Sinjai Timur kembali melaksanakan Lokakarya Mini (Lokermin) bulanan rutin sebagai bagian dari pelaksanaan siklus manajemen puskesmas di aula pertemuan Puskesmas Samataring, Kamis, (31/7/2025).
Lokakarya ini dipimpin langsung oleh Kepala Tata Usaha Puskesmas Samataring, Nurlaela, dan dihadiri oleh jajaran internal seperti penanggung jawab klaster, mutu, ruangan, program, kepala Pustu, serta bidan desa.
Turut hadir Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, drg. Farina Irfani, bersama Penanggung Jawab Klaster dari Dinas Kesehatan, sebagai bentuk pendampingan dan pembinaan langsung terhadap pelaksanaan kegiatan di tingkat puskesmas.
Dalam sambutannya, Nurlaela, menyampaikan bahwa lokakarya mini merupakan wadah koordinasi dan evaluasi bersama untuk memperkuat sistem manajemen puskesmas. Ia menekankan pentingnya disiplin dalam pencatatan data, pelaporan yang tepat waktu, serta komunikasi aktif antarunit kerja.
“Setiap unsur di Puskesmas memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas pelayanan. Mari kita gunakan forum ini untuk terbuka dalam menyampaikan tantangan di lapangan dan mencari solusi bersama, demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Sinjai, drg. Farina Irfani, memberikan arahan terkait monitoring dan evaluasi pelaksanaan pencatatan dan pelaporan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu dan Pustu.
Ia menekankan bahwa data yang lengkap dan akurat menjadi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan dan intervensi program kesehatan.
“Dinas Kesehatan mendorong seluruh jajaran pelaksana di lapangan agar benar-benar memahami alur pelaporan ILP dan menjadikannya bagian dari tanggung jawab rutin,” tegasnya.
Lokakarya mini ini juga menjadi ajang diskusi dan pemaparan capaian program, evaluasi hambatan, serta penyusunan rencana tindak lanjut untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Puskesmas Samataring terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi, responsif, dan berbasis data.
