INILAHPOS.com - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, belum juga menghilang. Sejak pekan pertama Oktober 2026, kondisi tersebut masih terlihat hingga Selasa (13/10/2026), membuat langit tampak buram dan mengurangi jarak pandang warga.
Fenomena ini dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Kecamatan Sinjai Utara hingga kawasan kepulauan di Kecamatan Pulau Sembilan. Kabut asap juga menutupi pemandangan pegunungan yang biasanya terlihat jelas dari sejumlah titik di Kabupaten Sinjai.
Kondisi tersebut menjadi perbincangan warga di media sosial setelah sejumlah masyarakat membagikan potret lingkungan tempat tinggal mereka yang diselimuti kabut dan asap.
Salah seorang warga Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Arie, mengaku melihat kabut cukup pekat saat melintas di kawasan tersebut sekitar pukul 09.10 WITA.
Dalam perjalanan menuju Puskesmas Balangnipa melalui Jalan Sam Ratulangi, ia mendapati kondisi serupa di sepanjang jalan yang dilaluinya.
“Sepanjang jalan di daerah Lappa itu sudah betul betul berkabut. Saya awalnya belum yakin, tetapi saat melanjutkan perjalanan ke arah Puskesmas Balangnipa dan Jalan Sam Ratulangi, ternyata memang berkabut dan penuh asap,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat Arie khawatir, terutama terhadap kesehatan anak-anak usia sekolah yang setiap hari beraktivitas di luar rumah.
Kekhawatirannya bertambah karena sebagian warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan, seperti batuk dan demam. Meski demikian, belum ada informasi yang memastikan keluhan tersebut berkaitan langsung dengan kabut asap yang menyelimuti wilayah Sinjai.
Keluhan serupa disampaikan Ammy, warga Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara. Ia mengaku cemas setelah anaknya yang berusia 10 tahun mengalami batuk di tengah kondisi udara yang dipenuhi kabut asap.
“Kalau sekarang keluar rumah harus siap dengan masker lagi. Kita juga berharap pemerintah segera mengambil langkah antisipasi untuk menanggapi kondisi ini,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan INILAHPOS.com saat melakukan perjalanan dari Sinjai Utara menuju Sinjai Selatan, kabut asap juga terlihat cukup tebal di sepanjang perjalanan.
Kondisi yang berlangsung selama beberapa hari tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas udara dan potensi dampaknya bagi kesehatan, khususnya bagi anak-anak serta warga yang memiliki keluhan pernapasan.
Memang, kualitas udara di wilayah Sulawesi Selatan masuk dalam kategori tidak sehat akibat kabut asap. Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Syamsul Bahri menjelaskan, kandungan partikel polutan mikroskopis atau PM2.5 menunjukkan angka di atas ambang batas normal.
"Iya, masuk kategori tidak sehat. Pada pukul 07.00 WITA tadi, angka PM2.5 tercatat mencapai 71,5 Mikrogram/m³," terang Syamsul Bahri dikutip dari kompas.com.
