INILAHPOS.com - Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif menegaskan bahwa pengendalian rabies membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya pemerintah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam upaya mencegah penyebaran rabies di Kabupaten Sinjai.s
“Pengendalian rabies tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai sektor dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Ratnawati saat membuka Peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) 2026 tingkat Kabupaten Sinjai di Pelataran Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, Senin (28/9/2026).
Ia mengatakan, semangat tersebut sejalan dengan tema World Rabies Day 2026, “Stronger Together” atau “Satu Tujuan, Banyak Peran, Satu Gerakan Bersama”, serta visi daerah “SAMA-SAMAKI” yang mendorong sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
Ratnawati menjelaskan, rabies merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya dan hampir selalu berakibat fatal setelah gejala klinis muncul. Namun, penyakit tersebut dapat dicegah melalui vaksinasi hewan penular rabies (HPR) secara rutin, pengawasan hewan peliharaan, edukasi masyarakat, serta penanganan cepat dan tepat terhadap kasus gigitan.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan hewan, kesehatan manusia, dan lingkungan dalam pengendalian rabies.
“Diperlukan kolaborasi antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, puskesmas, komunitas pencinta hewan, pemilik hewan, serta masyarakat untuk mencapai target global dan nasional, yaitu Zero by Thirty atau nol kasus kematian akibat rabies pada tahun 2030,” jelasnya.
Menurutnya, setiap sektor memiliki peran strategis. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan berperan dalam vaksinasi, pengawasan, pemeriksaan, dan penanganan kesehatan hewan. Sementara Dinas Kesehatan bersama puskesmas berperan memberikan pelayanan dan penanganan kepada masyarakat yang mengalami gigitan HPR.
“Pemerintah kecamatan dan kelurahan juga diharapkan berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap rabies,” lanjutnya.
Bupati berharap peringatan World Rabies Day tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat edukasi dan pelayanan kesehatan hewan secara berkelanjutan.
“Dengan semangat Stronger Together dan SAMA-SAMAKI, mari kita bergerak bersama untuk meningkatkan cakupan vaksinasi, memperkuat edukasi masyarakat, meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus gigitan HPR, serta mendukung upaya global dan nasional menuju eliminasi rabies pada tahun 2030,” pungkasnya.
Dalam rangkaian World Rabies Day 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai juga menghadirkan sejumlah layanan bagi masyarakat, di antaranya vaksinasi rabies, pemeriksaan kesehatan hewan, pengobatan hewan kesayangan, pemberian obat cacing, serta konsultasi dengan dokter hewan.
