INILAHPOS.com - Dalam rangka memperingati Hari Pustakawan Indonesia, Muhammad Nur Rasul, Founder Zigid Indonesia, tokoh pemuda, dan penggiat literasi, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum memperkuat budaya membaca serta meningkatkan kualitas literasi di Indonesia.
Menurut Muhammad Nur Rasul, pustakawan merupakan salah satu pilar penting dalam membangun peradaban bangsa. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, pustakawan tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola perpustakaan, tetapi juga menjadi fasilitator literasi, edukator, serta penghubung masyarakat dengan informasi yang kredibel dan berkualitas.
"Hari Pustakawan Indonesia adalah bentuk penghargaan atas dedikasi para pustakawan yang terus mengabdi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Peran mereka sangat strategis dalam membangun masyarakat yang gemar membaca, berpikir kritis, dan mampu memanfaatkan informasi secara bijaksana," ujar Muhammad Nur Rasul, Selasa (7/7/2026) kepada Inilahpos.com
Sebagai Founder Zigid Indonesia yang aktif mendorong pemberdayaan generasi muda melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan literasi, Muhammad Nur Rasul menilai bahwa perpustakaan harus terus bertransformasi menjadi ruang belajar yang inklusif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia juga mengajak mahasiswa, pelajar, serta masyarakat untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar sepanjang hayat. Menurutnya, budaya literasi yang kuat akan melahirkan generasi yang unggul, kreatif, serta mampu menghadapi tantangan global.
Selain aktif sebagai Founder Zigid Indonesia, Muhammad Nur Rasul juga dikenal sebagai tokoh pemuda dan penggiat literasi. Ia dipercaya sebagai Duta Baca Pelajar Takalar serta akan mengemban amanah sebagai Sekretaris Penggiat Literasi Takalar (PELITA) Periode 2026–2030, yang dijadwalkan akan dilantik dalam waktu dekat. Amanah tersebut menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan minat baca dan memperluas gerakan literasi, khususnya di Kabupaten Takalar.
"Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi untuk menghasilkan gagasan serta solusi bagi kemajuan masyarakat. Karena itu, membangun budaya literasi adalah tanggung jawab bersama," tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Muhammad Nur Rasul menyampaikan apresiasi kepada seluruh pustakawan di Indonesia atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam menjaga semangat belajar masyarakat.
"Selamat Hari Pustakawan Indonesia. Terima kasih kepada seluruh pustakawan yang telah menjadi penjaga ilmu pengetahuan dan penggerak literasi. Semoga semangat pengabdian ini terus menginspirasi lahirnya generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing," tutupnya.
