![]() |
| Direktur RSUD Sinjai, dr. Kahar Anies saat menjadi narasumber di Radio Suara Bersatu FM. (dok/istimewa) |
INILAHPOS.com - Transformasi pelayanan kesehatan terus dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sinjai. Tak sekadar meningkatkan kualitas layanan medis, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sinjai ini menghadirkan berbagai inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pelayanan digital, edukasi kesehatan, hingga kemudahan akses bagi pasien.
Sedikitnya delapan inovasi unggulan diperkenalkan sebagai bentuk komitmen RSUD Sinjai dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, efisien, humanis, dan berbasis teknologi.
Delapan inovasi itu dipaparkan langsung oleh Direktur RSUD dr. Kahar Anies saat Talkshow di Radio Suara Bersatu FM, pada Selasa, (7/7/2026).
Dia menyebutkan, seluruh inovasi tersebut lahir sebagai jawaban atas berbagai tantangan pelayanan kesehatan sekaligus mendukung transformasi digital sektor kesehatan.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah IKAN LELE (Informasi Kesehatan Melalui Leaflet Elektronik)
"Melalui inovasi ini, leaflet kesehatan yang sebelumnya dicetak kini beralih ke format digital dan dapat diakses melalui QR Code menggunakan telepon seluler maupun perangkat elektronik lainnya," kata Kahar.
Selain memperluas jangkauan informasi kesehatan, inovasi ini juga berhasil menghemat anggaran biaya cetak leaflet, sekaligus mendukung program ramah lingkungan. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan ini juga mencapai 85,89 persen.
RSUD Sinjai juga dikatakan Kahar memiliki inovasi KOPI PANAS (Kolaborasi Penerbitan Jaminan Pelayanan).
Melalui kolaborasi bersama BPJS Kesehatan, Disdukcapil, Dinas Sosial, BPJS Ketenagakerjaan, dan Jasa Raharja, pasien tidak lagi direpotkan mengurus administrasi jaminan pelayanan ke berbagai instansi.
Inovasi ini mampu memangkas keluhan masyarakat terkait proses administrasi sekaligus mempercepat penerbitan jaminan pelayanan kesehatan.
Kemudahan juga dihadirkan melalui SYIFA ON CARE (System Farmasi Antar Obat). Pasien cukup memilih layanan melalui QR Code, kemudian obat akan diantar langsung ke rumah setelah diverifikasi petugas farmasi.
Selain menghemat waktu dan biaya transportasi, pasien juga tetap mendapatkan edukasi penggunaan obat serta layanan konsultasi melalui WhatsApp. Jumlah pengguna layanan ini terus meningkat sepanjang 2025 hingga 2026.
Bagi warga lanjut usia, RSUD Sinjai menghadirkan SAPA LANSIA, sebuah layanan edukasi dan pemantauan kesehatan berbasis grup WhatsApp.
Melalui inovasi ini, lansia mendapatkan pengingat jadwal kontrol, konsumsi obat, penyuluhan kesehatan, hingga konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.
Program tersebut terbukti meningkatkan pengetahuan kesehatan peserta sekaligus mempererat komunikasi antara tenaga kesehatan, lansia, dan keluarga.
Tidak ingin pasien hanya menunggu antrean tanpa aktivitas, RSUD Sinjai menghadirkan MENARA SEHAT (Menunggu Aktif di Rawat Jalan Dapatkan Sehat). Melalui program ini, pasien memperoleh edukasi kesehatan selama berada di ruang tunggu poliklinik.
Hasilnya, pengetahuan pasien meningkat dan waktu tunggu yang sebelumnya dianggap membosankan kini menjadi lebih produktif dan bermanfaat.
Dalam upaya menekan angka stunting, RSUD Sinjai melahirkan inovasi BINTANG KE SINJAI (Basmi Stunting dengan Pendampingan Intensif Puskesmas–RSUD Sinjai).
Program ini melibatkan kolaborasi lintas profesi dan puskesmas melalui pendampingan intensif, edukasi keluarga, demo pembuatan MPASI, pembagian telur, hingga layanan kunjungan rumah bagi pasien yang kesulitan transportasi.
Inovasi ini berdampak pada meningkatnya kunjungan pasien serta menurunnya angka pasien yang putus kontrol (lost follow up).
Selain itu, RSUD Sinjai juga menghadirkan inovasi sosial yang langsung dirasakan masyarakat, yakni LARASATI, layanan antar pulang gratis bagi pasien kelas III, GERCEP 119 sebagai layanan jemput pasien gawat darurat, serta MAZ ARIS, layanan ambulans jenazah gratis bagi masyarakat.
Berbagai inovasi tersebut menjadi bukti komitmen RSUD Sinjai dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
