![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan Sinjai Irwan Suaib. Ist |
INILAHPOS.com - Sepanjang tahun 2025, sebanyak 1.858 anak di Kabupaten Sinjai berhasil kembali mengakses pendidikan. Angka ini menjadi secercah cahaya dari upaya panjang Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam menekan laju anak tidak sekolah yang selama ini menjadi persoalan sosial laten.
Capaian tersebut lahir dari sebuah ikhtiar bernama Tasikolasi (Ayo Sekolah Lagi) program Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai yang dirancang bukan sekadar mengembalikan anak ke ruang kelas, tetapi juga memulihkan harapan keluarga.
Program ini menyentuh berbagai lapisan: anak yang belum pernah mengenyam pendidikan, mereka yang terpaksa berhenti di tengah jalan, hingga lulusan yang tak mampu melanjutkan sekolah. Pendekatannya pun tak sebatas administrasi.
“Kami turun langsung ke lapangan, mendata, mendatangi rumah-rumah, berbicara dengan orang tua, dan mencari pola pendidikan yang paling sesuai bagi anak,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, dalam jumpa pers bersama awak media di sebuah warkop di Jalan R.A Kartini, Sinjai Utara, Rabu (31/12/2025) lalu.
Hingga akhir Desember 2025, Disdik Sinjai mencatat 2.799 anak putus sekolah. Dari jumlah itu, lebih dari separuhnya kini kembali aktif belajar, baik melalui sekolah formal maupun jalur pendidikan kesetaraan, disesuaikan dengan usia, kondisi sosial, dan latar belakang masing-masing anak.
Upaya ini menyentuh hampir seluruh wilayah di Bumi Panrita Kitta. Sinjai Utara mencatat jumlah tertinggi dengan 281 anak kembali bersekolah, disusul Sinjai Barat (269), Sinjai Selatan (262), Tellulimpoe (255), Sinjai Timur (245), Sinjai Tengah (211), Bulupoddo (138), Sinjai Borong (116), dan Pulau Sembilan (56).
Di balik angka-angka tersebut, tersimpan kisah tentang anak yang sempat memilih bekerja membantu orang tua, ada pula yang kehilangan semangat karena keterbatasan ekonomi. Program Tasikolasi hadir dengan pendekatan yang lebih manusiawi—bukan memaksa, tetapi merangkul.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sinjai, langkah ini bukan sekadar memenuhi target statistik. Ia adalah wujud komitmen memastikan hak dasar pendidikan benar-benar dirasakan oleh setiap anak, tanpa terkecuali.
“Ke depan, program penanganan anak tidak sekolah akan terus kami perkuat sebagai bagian dari pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan di Sinjai,” ujar Irwan. (ip)
